
PILARINDONESIA.ID – Sudah menjadi tradisi setiap hari raya idul Fitri, hampir semua TPU (Tempat Pemakaman Umum) ramai dikunjungi peziarah untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia. Seperti di TPU Jatiluhur, pemakaman khusus warga Kelurahan Jatiluhur ini, di hari keempat Hari Raya Idul Fitri masih ramai dikunjungi warga dalam rangka ziarah kubur.
Kegiatan ziarah kubur ini biasanya dilakukan dengan membersihkan makam, membersihkan bunga, dan berdoa untuk mendoakan almarhum. Tradisi ini menjadi momen penting bagi keluarga untuk mengenang dan mendoakan orang-orang yang telah tiada.
Selain itu, ziarah kubur juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga lainnya yang juga melakukan ziarah. Mereka dapat saling bertukar cerita dan berbagi kenangan tentang almarhum.
Dengan demikian, tradisi ziarah kubur ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga menjadi momen sosial yang penting bagi masyarakat. Semoga tradisi ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.
Salah satu peziarah asal kampung Pedurenan, Entih (50), mengatakan,ziarah ke makam bersama rombongan keluarga besarnya merupakan sudah menjadi tradisi yang rutin dilakukan setiap hari raya idul Fitri.
“Iya mas, ziarah seperti ini sudah menjadi agenda rutin, biasanya habis ziarah ke makam ,kami ngumpul lagi dirumah makan bersama, kalau waktu berziarah tidak di tetapkan hari keberapa, bisa hari pertama idul Fitri , bisa hari setelahnya, yang jelas tidak pernah melewati hari ke tujuh Syawal,” katanya. (Dhit)
