
PILARINDONESIA.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Oloan Nababan, menyoroti masih banyaknya sekolah dasar negeri di Kota Bekasi yang kekurangan mebeler.
Kursi dan meja belajar yang tidak memadai dinilai berdampak langsung pada kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar.
Oloan menegaskan, Dinas Pendidikan Kota Bekasi harus segera merumuskan solusi yang terukur dan berbasis data. Menurut dia, persoalan mebeler tidak bisa diselesaikan secara parsial tanpa perencanaan matang.
“Opsinya tentu ada, misalnya pembelian baru dengan perencanaan yang baik. Kita juga pernah berdiskusi dengan Dinas Pendidikan agar mebeler yang ada, kalau masih memungkinkan, diperbaiki,” ujar Oloan, Sabtu (7/2/2026).
Ia menilai, selain pengadaan baru, perbaikan mebeler lama bisa menjadi langkah efisien di tengah keterbatasan anggaran. Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada pendataan menyeluruh, baik dari sisi jumlah kebutuhan maupun kualitas barang yang masih layak pakai.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp35 miliar untuk pengadaan 16 ribu unit mebeler. Meski demikian, Oloan mengakui angka itu belum mampu menutup seluruh kebutuhan sekolah di Kota Bekasi.
“Dengan kondisi sekarang, anggaran itu tetap tidak cukup,” katanya.
Ia memperkirakan penyelesaian persoalan mebeler tidak akan tuntas dalam satu tahun anggaran. Karena itu, Komisi IV berencana mendorong agar pembahasan APBD 2027, yang dimulai Maret–April mendatang, memberi prioritas lebih besar pada pemenuhan sarana pendidikan dasar.
“Kita akan dorong di perencanaan 2027 supaya penyelesaian mebeler ini bisa segera teratasi. Harapannya 2027 bisa maksimal,” ujarnya. (Dhit)
