Sufmi Dasco Lapor Prabowo, Butuh Rp200 Miliar Bangun Flyover Perlintasan Stasiun Bekasi, Usai Laka Maut KRL

wakil ketua DPR RI Dasco Sufi Ahmad di dampingi walikota Bekasi, di stasiun Bekasi, untuk memberikan Solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi

PILARINDONESIA.ID – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan sudah melaporkan langsung insiden tabrakan maut KRL Commuter Line vs KA Argo Bromo Anggrek di  Bekasi Timur kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sufmi Dasco Ahmad membeberkan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun flyover di perlintasan maut, Bekasi Timur.

“Saya laporkan ke Presiden membutuhkan biaya Rp200 miliar untuk pembangunan flyover. Angka ini sesuai usulan dari Pak Wali Kota,” tegas Dasco saat di lokasi, Senin (27/4/2026) malam.

Dasco menegaskan Presiden Prabowo meminta dicarikan solusi permanen agar tragedi tidak terulang. Flyover atau jalan layang di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur jadi prioritas utama pemerintah pusat.

“Kita tidak mau ada korban lagi. Presiden minta segera dicarikan solusi terbaik,” tambah Dasco didampingi Wali Kota Bekasi.

Baca Juga: KRL vs KA Jarak Jauh, 8  korban dilarikan ke RS

KORBAN

Data terbaru Selasa (28/4/2026) dini hari, total korban jiwa dan luka akibat kecelakaan berjumlah 42 orang. Empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 38 lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke beberapa rumah sakit di Bekasi.

Identitas korban meninggal dan luka berat masih didalami pihak kepolisian dan rumah sakit.

[UPDATE Pukul 22.15 WIB] – PEJABAT TURUN TANGAN

Pantauan di lokasi, Wali Kota Bekasi tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya, tim Basarnas, BPBD Kota Bekasi, serta jajaran PT KAI. Terlihat para pejabat menyisir area stasiun dan perlintasan Ampera untuk memastikan evakuasi korban dan pembersihan jalur rel berjalan cepat. KRL Commuter Line tampak berhenti di jalur dengan pintu terbuka.

[UPDATE Pukul 21.45 WIB] – BUKTI VISUAL GERBONG RINGSEK

Foto terbaru yang diterima redaksi menunjukkan kerusakan parah di sambungan antar gerbong KRL. Bodi gerbong terlihat penyok dan ringsek, mengindikasikan benturan dengan kekuatan sangat besar.

KRONOLOGI AWAL

Insiden maut terjadi Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Kecelakaan bermula saat sebuah taksi listrik VinFast mogok di tengah perlintasan stasiun bekasi. Dalam hitungan detik, KRL Commuter Line yang melaju dari arah Stasiun Bekasi Timur menghantam taksi tersebut. Benturan keras membuat rangkaian KRL terguncang hebat hingga berbenturan dengan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang melintas di jalur sebelahnya.

“Sopirnya panik, penumpangnya lari keluar. Gak lama kemudian KRL nabrak, terus ada suara benturan lagi yang lebih keras,” ujarnya dengan suara gemetar.

Puluhan korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi, RS Ananda, dan RS Bella. Sementara 4 korban meninggal dunia masih dalam proses identifikasi di kamar jenazah.

“Kami terus update data. Prioritas utama penanganan korban selamat,” ujar salah satu petugas di lokasi. PilarIndonesia.id turut berduka cita sedalam-dalamnya atas korban jiwa dalam insiden ini. Semoga korban husnul khotimah, keluarga diberi ketabahan, dan solusi flyover segera terealisasi agar tragedi serupa tidak terulang. Aamiin.(dhit)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *