Setu Babakan, Oase Budaya Betawi di Tengah Jakarta

Gedung amfi teater/ musieum sejarh betawi di Kampung budaya Seu Babakan ( foto: istimewa pilarindonesia.id)

PILARINDONESIA.ID, Jakarta – Cari Tempat Wisata Keluarga Yang Edukatif dan Hemat?
Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan jawabannya. Di sini kamu bisa liburan sambil belajar budaya Betawi tanpa bikin dompet nangis.

Di tengah hiruk pikuk ibu kota, Setu Babakan hadir sebagai ruang napas budaya Betawi yang masih terjaga. Kawasan wisata yang berlokasi di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini menawarkan pengalaman wisata yang memadukan alam, kuliner, dan tradisi.

jembatan danau setu babakan yang menjadi salah satu spot foto

Pengunjung akan disambut dengan pemandangan danau yang tenang, jembatan kayu, serta saung-saung khas yang tersebar di pinggir air. Suasana sejuk dan jauh dari kebisingan kota membuat Setu Babakan menjadi pilihan healing tanpa harus keluar Jakarta.

Baca Juga : soft opening waroeng gerai lengkong

Kuliner Betawi Jadi Daya Tarik Utama
Setu Babakan juga dikenal sebagai pusat kuliner tradisional Betawi. Pengunjung bisa mencicipi toge goreng, es selendang mayang, kerak telor, soto betawi, hingga minuman khas seperti kelapa muda dan es kopi susu.

Semua disajikan di area makan dengan meja kayu, sehingga pengalaman makan terasa lebih otentik. Kuliner di sini bukan cuma soal rasa, tapi juga soal cerita yang dibagi bersama keluarga.

Wisata Edukasi dan Ramah Keluarga
Kawasan ini ramah untuk semua usia. Anak-anak dapat menikmati area taman, gazebo tradisional, hingga amfiteater yang sering digunakan untuk pertunjukan seni Betawi. Rumah adat dengan arsitektur khas juga menjadi spot edukasi sekaligus foto yang ikonik.

Setu Babakan membuktikan bahwa melestarikan budaya tidak harus rumit. Dengan datang, melihat, dan bercerita, masyarakat sudah ikut menjaga warisan Betawi tetap hidup.

Sejarah & Lokasi
Perkampungan ini berdiri sejak peletakan batu pertama oleh Gubernur Sutiyoso tahun 1997-2007. Dibangun atas usulan masyarakat dan tokoh Betawi untuk melestarikan budaya.
Luasnya 289 hektar di Srengseng Sawah, dibagi jadi 4 zona kampung: M.H. Thamrin, Abdulrahman Saleh, Ismail Marzuki, KH Noer Ali.

Setu Babakan buka setiap hari dan dapat diakses tanpa tiket masuk. Lokasi berada di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *