
PILARINDONESIA.ID (BEKASI) – Masuknya Kecamatan Bekasi Utara ke dalam daftar lima besar wilayah dengan jumlah pengguna judi online tertinggi di Indonesia jadi sorotan serius Pemerintah Kota Bekasi. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan penanganan masalah ini tidak bisa ditunda. Diperlukan langkah konkret dan gotong royong dari semua pihak.
Menurut Tri, data tersebut jadi alarm bahwa dampak judi online tidak berhenti di satu orang saja. Kerugiannya merembet ke ketahanan keluarga, tatanan sosial, sampai perekonomian warga. Untuk itu, ia memerintahkan seluruh OPD agar gencar melakukan pencegahan dan edukasi ke masyarakat.
“Ini harus ditangani secara progresif dan masif. Saya mengajak warga untuk berpikir jernih dan tidak gampang percaya janji keuntungan cepat dari judi online,” tegas Tri Adhianto,
Wali Kota menilai perang melawan judi online harus dilakukan bersama. Pemerintah, aparat hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, sekolah, sampai lingkup keluarga punya peran penting. Kuncinya ada di kesadaran warga untuk memutus rantai penyebaran.
Tri juga mengingatkan efek domino dari judi online. Selain bikin keuangan keluarga jebol, praktik ini juga memicu pertengkaran rumah tangga, peningkatan angka kriminalitas, hingga masalah kesehatan mental.
Dalam waktu yang sama, Pemkot Bekasi juga memperkuat program pemberdayaan ekonomi. Tujuannya jelas: memberi pilihan mata pencaharian yang produktif agar warga tidak tergoda jalan pintas yang merugikan.
“Kami konsisten menjalankan program untuk menguatkan ekonomi keluarga. Harapannya masyarakat bisa dapat penghasilan yang halal, layak, dan berkelanjutan,” jelas Tri.
Pemkot berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat bisa menekan angka judi online. Dengan begitu, generasi muda dan keluarga di Kota Bekasi bisa terlindungi dari dampak buruk judi online yang kian meresahkan.
