PILARINDONESIA.ID – Dalam rangka silaturahmi dan sosialisasi program Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan (Stopper), Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kunjungi SMK Negeri 2 Kota Bekasi. (29/03)
Kedatangan Gubernur Jawa Barat yang didampingi Plt. Wali Kota Bekasi disambut hangat oleh para perwakilan siswa SMA dan SMK seKota Bekasi yang hadir disana untuk menyimak arahan dan materi yang akan disampaikan orang nomor satu di provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, RK (sapaan akrab Ridwan Kamil) mengatakan, di era digital dengan segala kemudahan akses mendapatkan informasi terutama dari Media Sosial, harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi.
“Ambil informasi dari sumber-sumber terpercaya dan pandai memilah informasi yang berimbang, jangan termakan clickbait negatif yang cenderung menyudutkan satu pihak, penting juga perbanyak sumber bacaan yang tentunya berkredibilitas,” ucap Ridwan Kamil.
Lebih lanjut, RK juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan program Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan (Stopper) yang bertujuan untuk meminimalisir aksi perundungan sekaligus memberikan rasa aman kepada siswa yang mana platform Stopper tersedia sebagai media pelaporan atau pengaduan.
“Ada empat komponen dalam sistem Stopper. yakni konsultasi, laporan aduan, edukasi, dan pendampingan. Sistem Stopper siswa bisa melapor via WhatsApp, via QR Code, via website, setiap pelaporan atau pengaduannya akan direspon, stop perundangan , sesama teman saling harus saling bangun sikap-sikap positif. hilangkan hal-hal negatif yang dapat mengganggu belajar mengajar di sekolah,” Katanya.

Sementara itu, kepala SMKN 2 Kota Bekasi, Agus Wimbadi, mengaku sangat bersyukur dan sangat senang sekali Gubernur Jawa Barat bisa hadir bersilaturahmi dengan keluarga SMK Negeri 2 Kota Bekasi dalam acara silaturahmi Gubernur Jawa Barat dengan Guru dan Siswa SMA, SMK, SLB se Kota Bekasi dan sekaligus mensosialisasi program Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan (Stopper).
“Tentunya nasehat, petuah dan saran beliau (Ridwan Kamil, red) kepada para siswa dan guru agar bijak dalam menggunakan medsos sangatlah tepat dalam kondisi di negara kita saat ini, tentunya hal ini harus menjadi perhatian kita semua agar bijaksana dalam bermedsos demi meminimalisir permasalahan yg dpt timbul akibat kekeruangdewasaan dan kekurang pekaan dalam medsos. Terutama ujaran kebencian, nyinyir, pemikiran negatif, hoax dan lain sebagainya, haruslah dihindari. Gunakan medsos utk hal2 posisitlf dlm membangun kehidupan masyarakat indonesia yg harmonis dan penuh toleransi serta beradab budaya ketimuran,”jelasnya.
Lanjut, agus, selama ini pondasi yang di tanamkan kepada siswa SMKN 2 Kota Bekasi untuk mencegah perilaku menyimpang bullyng, tawuran adalah dengan menerapkan pendidikan karakter, disiplin, budi pekerti, dan menyalurkan minat bakat siswa melalui kegiatan ekskul agar energi mereka tersalurkan secara baik dan positif.
“Kami buat agar sekolah menjadi rumah kedua bagi para siswa sehingga mereka merasa nyaman dan betah di sekolah, sehingga meminimalisasi perilaku negatif. Ajakan pak gubernur sangatlah penting, terutama untuk generasi muda sebagai aset masa depan bangsa, mereka harus kita didik dan bimbing menuju cita-cita dan passionnya dengan menerapkan pendidikan yang berkualitas, mendidik karakter dan budi pekerti yang baik,”tandasnya. (dhit)
