Ketum DPD PKS Kota Bekasi,Heri Koswara: Tahun 2024 tahun perubahan ke Arah Lebih lebih

PILARINDONESIA.ID – Tahun 2024 akan segera tiba hanya salam hitungan menit,bukan hanya sekedar tahunnya saja yang baru bagi rakyat Indonesia, namun ditahun 2024 harus ada perubahan yang signifikan, yakni perubahan ke arah yang lebih baik atau Atagyir ilal Afdhol.

Di tahun ini, ada puluhan juta harapan rakyat akan nasib bangsa Indonesia ke perubahan yang lebih baik. Hal ini tak luput dari gelaran pesta demokrasi yang sudah di depan mata. Hanya tinggal satu bulan lagi, pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang, Indonesia akan mendapatkan pemimpin baru yang diharapkan mampu memberikan perubahan besar bagi bangsa.

“Di tahun 2024, kita akan punya pemimpin dan wakil rakyat baru. Ini merupakan harapan dan cita-cita kemajuan bangsa Indonesia di masa depan, semoga ada perubahan yang lebih baik pasca pesta demokrasi ini” ujar Heri Koswara, Ketua umum DPD PKS Kota Bekasi saat wawancara bersama pilarindonesia.id. minggu (31/12/2023)

Dalam perwujudan harapan itu pun, Heri mengimbau kepada masyarakat agar bisa menggunakan dan memanfaatkan hak pilihnya dengan sebagaimana mestinya. Menurutnya, tahun ini menjadi momen penentuan akan dibawa ke mana lagi nasib bangsa ini kedepannya.

“Jangan sampai salah memilih saat pemilu nanti, baik pemilihan legislative kota/kabupaten, provinsi dan pusat, begitu juga pilpres,jangan sampai salah pilih, tentunya kita sepakat, tahun baru, bulan baru, dan setiap pergantian hari , kita pasti berharap ada perubahan ke yang lebih baik

Heri Koswara melanjutkan, , Indonesia akan mecapai puncak bonus demografi di tahun 2030an. Hal ini tentu turut menjadi peluang besar bangsa Indonesia untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045, “Untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045 maka jangan sampai kita salah dalam memilih wakil rakyat kita dan pemimpin negara, pilihlah pemimpin yang dapat dipercaya dan akan membawa perubahan lebih baik,” imbuhnya.

Terakhir, Heri Koswara, menambahkan, memasuki era digital dan di tengah derasnya arus komunikasi dan informasi, rakyat Indonesia juga harus bisa mencerna berita hoax. Masyarakat tidak boleh lemah dan mudah di adu domba karena termakan provokasi atas informasi bohong yang beredar di sosial media.

“Negara Indonesia merupakan negara besar yang diperjuangkan dengan proses yang lama, maka dari itu jangan mudah terprovokasi agar kita bisa bersama-sama menjaga keamanan bangsa ini,” pungkasnya.(dhit)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *