
PILARINDONESIA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mengingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) agar tidak mengulangi kegagalan pengelolaan transportasi massal seperti yang terjadi pada Bus Trans Patriot.
Peringatan itu disampaikan menjelang peluncuran Bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) yang dijadwalkan beroperasi di koridor Terminal Induk Bekasi–Harapan Indah pada Selasa (10/2/2026).
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengatakan pengalaman buruk pengelolaan Trans Patriot harus menjadi pelajaran utama sebelum armada baru resmi dijalankan.
“Perlu adanya kehati-hatian. Pada pengalaman sebelumnya, Bus Trans Patriot itu hibah dari Kementerian Perhubungan, tetapi secara operasional tidak memiliki perencanaan pengelolaan yang baik,” kata Latu, Senin (9/2/2026).
Menurut dia, lemahnya manajemen pengelolaan saat itu berdampak pada sepinya penumpang, perawatan armada yang tidak optimal, hingga munculnya beban utang kepada pihak ketiga. Pengelolaan Trans Patriot sebelumnya berada di bawah PT Mitra Patriot (PTMP).
Trans Patriot sempat digadang-gadang menjadi solusi transportasi publik di Kota Bekasi.
Namun dalam perjalanannya, layanan tersebut terhenti dan armadanya tidak lagi beroperasi secara optimal. DPRD menilai persoalan bukan terletak pada keberadaan bus, melainkan pada tata kelola dan perencanaan bisnis yang tidak matang.
Latu menegaskan, Dishub harus memastikan perencanaan operasional Trans Beken dilakukan secara komprehensif, mulai dari perawatan armada, pengaturan rute, hingga strategi menarik minat masyarakat.
“Baik dari perawatannya atau dari pelayanan yang tidak diminati akibat kurang matangnya perencanaan sehingga mengakibatkan persoalan, itu jangan sampai terjadi kembali,” ujarnya.. (dhit)
