
PILARINDONESIA.ID – Wali Kota Bekasi turun langsung ke lokasi kecelakaan maut kereta api di perlintasan Ampera, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dengan kereta jarak jauh itu terjadi sekitar pukul 20.50 WIB. Di lokasi, Wali Kota hadir bersama Kapolda Metro Jaya serta Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Ketiganya memantau langsung proses evakuasi korban.Info sementara, ada 8 korban yang sudah dilarikan ke rumah sakit. Empat di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kehadiran tiga pejabat tinggi negara ini menunjukkan keseriusan penanganan insiden. Pantauan di lokasi, Wali Kota Bekasi terlihat berkoordinasi dengan petugas KAI dan kepolisian di dekat gerbong KRL yang ringsek.
Baca juga : KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi, 8 Korban Dilarikan ke RS, Berawal dari Kendaraan Mogok
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan akan meminta KNKT dan Kementerian Perhubungan melakukan investigasi menyeluruh.
“Kami turut berduka cita. Negara harus hadir memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya singkat di lokasi.Hingga pukul 22.00 WIB, proses evakuasi korban masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi jumlah korban meninggal dari pihak RS maupun kepolisian.
Pantauan di lokasi, Wali Kota Bekasi tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya, tim Basarnas, BPBD Kota Bekasi, serta jajaran PT KAI.
Terlihat para pejabat menyisir area stasiun dan perlintasan Ampera untuk memastikan evakuasi korban dan pembersihan jalur rel berjalan cepat. KRL Commuter Line tampak berhenti di jalur dengan pintu terbuka, menjadi pusat perhatian petugas.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pihaknya akan mengawal investigasi KNKT. “Kita pastikan hak korban terpenuhi dan evaluasi total perlintasan sebidang,” tegasnya.(dhit)
