PEMKOT BEKASI GENJOT EKONOMI WARGA LEWAT FESTIVAL JAJAN PASAR

PILARINDONESIA.ID (BEKASI) – Pemerintah Kota Bekasi memperkuat komitmennya dalam mengangkat ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mengoptimalkan Festival Jajanan Pasar sebagai agenda tahunan.

Event ini dirancang bukan hanya sebagai wadah promosi produk lokal, tapi juga sebagai upaya menjaga eksistensi kuliner tradisional Indonesia.Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa festival ini lahir dari semangat keberpihakan kepada pelaku usaha kecil.

Pemkot Bekasi memastikan tidak memetik keuntungan sepeser pun dari kegiatan tersebut.”Ini murni stimulus untuk UMKM. Tujuannya memberi panggung bagi mereka agar produknya dikenal luas, pasarnya bertumbuh, dan ekonomi warga bergerak,” ujar Tri Adhianto.

Akan Digelar Bergilir di 12 Kecamatan

Antusiasme masyarakat yang selalu tinggi di setiap gelaran membuat Festival Jajanan Pasar kini masuk dalam draf program unggulan Pemkot Bekasi.Agar manfaatnya merata, Tri menginstruksikan agar event ini tidak hanya dipusatkan di pusat kota. Ia meminta agar festival serupa diadakan secara bergantian di 12 kecamatan se-Kota Bekasi.

“Jangan numpuk di satu titik. Kita jemput bola. Tujuannya biar pedagang kecil di setiap kecamatan punya kesempatan yang sama untuk naik omzetnya,” katanya.

“Saya ingin ini jadi agenda rutin. Selain UMKM maju, kita juga ingin masyarakat, terutama anak muda, semakin cinta sama jajan tradisional. Itu warisan budaya yang harus kita jaga,” imbuhnya.

Benteng Kuliner Lokal

Di tengah gempuran makanan modern dan fast food, Pemkot memandang festival ini punya peran strategis secara budaya. Melalui Festival Jajanan Pasar, Pemkot ingin menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap makanan khas daerah.

Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan UMKM Kota Bekasi tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga menjadi penjaga identitas kuliner nusantara (dit)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *