
JATIASIH, (PILARINDONESIA.ID)– SDN Jatirasa 3 menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 Tingkat Sekolah Dasar Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu (17/9/2026).
Acara yang mengusung tema Warisan Tradisi, Seni, dan Kearifan Lokal Sunda ini menjadi ajang unjuk bakat siswa-siswi SD se-Kecamatan Jatiasih dalam melestarikan bahasa ibu.
Pantauan Pilar Indonesia, panggung utama sudah dihias megah dengan backdrop bertuliskan Wilujeung Sumping Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Di samping panggung, terlihat deretan gong dan puluhan piala yang telah disiapkan untuk para juara.
FTBI tahun ini melombakan 6 kategori khas Sunda, yakni Ngadongeng, Mace Sajak, Borangan, Biantara, Nembang Pupuh, dan Ngarang Carpon.
FTBI 2026 Jatiasih diikuti sebanyak 45 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta yang ada di Jatiasih.
“Yang mengutus atau mengikuti ada 45 SD Negeri dan Swasta dari 60 SD yang ada di Jatiasih”, kata kepala SDN Jatirasa 3, Nuraina yang dipercaya sebagai tuan rumah FTBI 2026.
Lebih lanjut, Nuraina, S.Ag, MM, mengatakan, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah.
Kami sangat bangga SDN Jatirasa 3 dipercaya menjadi tuan rumah Festival Tunas Bahasa Ibu. Ini adalah wujud komitmen kami dalam melestarikan Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu dan kearifan lokal,” ujar Aina sapaan akrabnya, yang juga merupakan ketua K3S Jatiasih.
Menurutnya, FTBI bukan sekadar ajang lomba, melainkan pendidikan karakter bagi siswa.
“Tujuannya agar anak-anak tidak melupakan warisan tradisi Sunda. Melalui Ngadongeng, Nembang Pupuh, Biantara dan lainnya, anak-anak belajar percaya diri, mencintai budaya sendiri, dan melestarikan seni tradisi di era modern ini,” pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan program rutin dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu dan warisan budaya Jawa Barat.
Hingga berita ini diturunkan,acara FTBI masih berlangsung, menunggu pengumuman pemenang festival. (Dhit)
