Terinspirasi Film Hollywood, Ali Rahman Tulis Novel Sejarah Melih Kasir, Pahlawan Asli Bekasi yang Terlupakan

Penulis novel pengabdian tanpa batas, Ali Rahman memberikan novel kepada Kabid kearsiapan dinas kearsiapan dan perpustakaan kota Bekasi, Epi Hanafi

BEKASI, PILARINDONESIA.ID ||Kerinduan akan sosok pejuang asli Bekasi terjawab melalui karya literasi. Novel sejarah berjudul “Pengabdian Tanpa Batas” karya penulis asal Bekasi M. Ali Rahman resmi diluncurkan di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bekasi, Sabtu (26/9/2026).

Acara launching tersebut mendapat apresiasi langsung dari pemerintah. Kabid Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bekasi Epi Hanafi yang hadir mewakili Kepala Dinas mengatakan pihaknya sangat merindukan karya tentang tokoh lokal.

“Kami merindukan tokoh-tokoh pejuang, kami mengapresiasi apa yang dilakukan Muhammad Ali Rahman yang sudah menulis tentang sejarah tokoh pejuang Kota Bekasi sebagai Kota Patriot. Banyak sekali tokoh Bekasi, selama ini kita hanya membanggakan tokoh dari luar Bekasi, ternyata banyak sekali tokoh pejuang yang namanya tidak tercatat. Saya sangat mengapresiasi acara ini,” ujar Epi Hanafi.

Sementara itu, penulis M. Ali Rahman menjelaskan novel ini mengisahkan sosok Melih Kasir, pahlawan asli Bekasi yang ikut berjuang di masa penjajahan namun namanya terlupakan. Ia mengaku terinspirasi dari film-film Hollywood yang lebih banyak mengangkat kisah prajurit biasa.

“Buku ini mengangkat sejarah tokoh pejuang asli Bekasi yang terlupakan. Terinspirasi dari film-film Hollywood yang lebih mengangkat prajurit biasa. Buku ini menceritakan tentang sosok pahlawan asli Bekasi yang ikut berjuang di masa penjajahan, yaitu Melih Kasir. Kita akan cetak buku kedua, lanjutannya tentang pasca era perjuangan Melih Kasir, yaitu tentang kehidupannya setelah masa penjajahan,” kata Ali Rahman.

Lebih lanjut, Ali berharap karyanya tidak hanya menjadi bacaan, tetapi warisan untuk membangkitkan patriotisme anak muda Bekasi.

“Sejarah bukan hanya diingat, tetapi harus diwariskan, semoga makin banyak karya berupa tulisan, video dan lainnya. Saya ingin ada jiwa patriotisme untuk anak muda, memahami patriotisme dulu dan sekarang jelas berbeda. Kalau dulu berperang melawan penjajah, patriotisme sekarang makna berbeda,” pungkasnya. (Fie)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *