Pilarindonesia.id – Guna mengetahui sejarah daerah asalnya, anggota DPRD provinsi Jawa Barat yang berasal dari dapil Jabar 8, Heri Koswara mengundang sejarawan kondang, Babe Ridwan Saidi di Podcast Bang HK Channel yang dikhusukan untuk membahas tentang Bekasi.
Dalam perbincangan di podcast milik Heri Koswara tersebut, pria yang akrab disapa Bang HK mengupas terkait asal muasal nama Bekasi. “ Alhamdulillah Babe (Ridwan Saidi,red) berkenan hadir di podcast Bang HK Channel, langsung aja nih beh saya mau tanya bagaimana sejarah dan arti nama Bekasi? sebagai budayawan Babe pasti sudah khatam tentang sejarah Bekasi,” Tanya Heri Koswara mengawali perbincangannya.
Menurut Ridwan Saidi, Bekasi berarti ‘tempat suci’. Berasal dari kata ‘besakih’, di Cengkareng disebut ‘pesakih’, kemudian menjadi ‘bekasi’.
Menurutnya, Betawi di Bekasi tak bisa dilepaskan dari sejarah daerah-daerah di sekitarnya. Dahulu, ada sebuah tempat suci berupa bangunan komplek unur yang mengacu pada yang dihikmatkan di situ, sebuah subjek yang mempunyai pengaruh besar.
“Dulu, Tuanku Raman, bangun dam, bangunan di cilincing. Dikasih nama itu, mengacu tempat di cabang bungin atau batu jaya, juga resi pajajaran juga ke situ, pujangga manik,” ujar Babe Ridwan dalam Podcast Bang HK Channel,
Salah satu kebanggaan Bekasi adalah banyaknya pohon jati. Bekasi adalah tempat bertumbuhnya pohon jati dari berbagai jenis, banyak pengrajin jati di Bekasi, maka tidak heran kalau dibekasi banyak nama daerah yang diawali dari nama “Jati” seperti Jatibening, jatiasih, Jatikramat, jati rasa dan banyak lagi,” jelas Ridwan Saidi
“Bekasi dekat sekali dengan Jakarta, logat ekspresi sama, keduanya banyak kesamaan,Dulu, Jakarta dikenal dengan nama Batavia dengan daerah penyangga ibukota yang berada di sekitarnya, yaitu Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor.
Khusus untuk Bekasi, batas paling timur adalah Sungai Citarum, batas paling barat Sungai Cisadane, dan Depok di batas selatan.
“Daerah-daerah penyangga itu banyak kemiripan budaya dan peradabannya. Misalnya Depok dan Bekasi. Kita makan ketupat, makan buah atep atau kolang-kaling, ada rengginang, wajik, dan lain-lain,” jelasnya
lanjutnya, Masyarakat Bekasi bertumbuh seiring dengan zaman. Konsep kuliner zaman dahulu disesuaikan dengan lingkungan pada masanya.
Namun sayang, para pemuda Bekasi saat ini tidak mengenal budaya Betawi Bekasi. Lalu, bagaimana caranya agar menghidupkan semangat agar tidak malu menjadi orang Betawi?
“Saya menulis sejarah dan kebudayaan Betawi untuk antero umur, untuk bacaan anak-anak bagus juga, sejarah itu logika. Kita lestarikan yang ada, jangan mengadakan yang enggak ada,” tandas Babe Ridwan.
Babe Ridwan mengakui, banyak budaya Betawi yang sudah hampir hilang. Dia berharap banyak kepada Heri Koswara agar bisa melestarikan budaya Betawi Bekasi.
“Saya berharap kalau Bang HK bisa menjadi walikota, dapat menyediakan gedung kesenian untuk menampung babarit seluruh rakyat. Jadi buat yang mau mengamen, ada tempat khusus untuk pertunjukan seni dan budaya di Bekasi,” jelas Babe.(*)
