Heri Koswara: Jangan Biarkan Kedahsyatan 10 Malam Terakhir di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa, hampir semua amal sholeh yang dilakukan dibulan ramadhan dibalas dengan balasan pahala yang berlipat ganda. Bahkan dibulan ramadhan juga pertama kali Allah menurunkan Alqur’an, dimana sampai sekarang kita memperingati malam nudzulul quran setiap malam tanggal 17 ramadhan.

Tidak hanya istimewa, ramadhan juga bulan yang sangat dahsyat. Banyak dalam sejarah yang difirmankan dalam alquran kedahsyatan ramadhan, contohnya dalam perang badar, umat islam yang dipimpin rasulullah SAW saat itu hanya berjumlah 313 orang jauh dibawah lawannya kaum kafir yang berjumlah 1000 orang lebih, namun dengan izin Allah, peperangan yang terjadi pada bulan ramadhan tersebut dimenangkan oleh kaum muslimin.

Contoh kedahsyatan bulan ramadhan juga terjadi di negara kita, negara kesatuan Republik Indonesia. Para ahli sejarah mengatakan, bahwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia juga terjadi pada bulan Ramadhan.

Dari keistimewaan dan kedahsyatan bulan ramadhan diatas, ada satu malam yang super dahsyat, dimana dimalam itu apabila kita beramal sholeh maka pahalanya sama dengan kita beramal selama 1000 bulan (kurang lebih 83 tahun), yakni malam lailautul qodar. Maka dari itu janganlah membiarkan kedahsyatan 1 malam (lailautul qodar) yang cuma ada dibulan ramadhan tersebut

Malam lailautul qodar hanya ada dibulan ramadhan, tepatnya malam ke berapa, hanya Allah yang mengetahui, namun mulai dari para sahabat sampai ke para ulama meyakini bahwa malam lailautul qodar akan turun di 10 malam terakhir pada bulan ramadhan, lalu dipersempit lagi menjadi, yakni di malam-malam ganjil di 10 malam terakhir dibulan ramadhan. Lalu apa saja persiapan kita agar mendapatkan malam yang maha dahsyat itu??

Keutamaan 10 hari terakhir adalah keutamaan yang senantiasa ditunggu-tunggu.

Inilah waktunya untuk umat Rasulullah mempersiapkan diri dan mengambil kesempatan mendapatkan ibadah di satu malam yang bernilai 1.000 bulan.

Kencangkan ikat pinggang, kurangi istirahat, perbanyak ibadah. Bersama raih malam penuh kemuliaan, beribadah, berdo’a untuk kemaslahatan diri, keluarga dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (dhit/adv)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *