oleh : H. Heri Koswara, MA / Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat
PILARINDONESIA.ID – Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Adha 1443 Hijriah. Di Indonesia, hari raya tersebut jatuh pada tanggal 30 Juli 2022. Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban bagi yang mampu menunaikannya.
Adapun hewan yang disembelih untuk ibadah kurban yaitu sapi, kambing, domba, kerbau, maupun unta. Oleh sebab itu, Idul Adha disebut juga dengan Hari Raya Kurban. Akan tetapi, ada sebutan lain bagi hari besar umat Islam ini, yaitu Lebaran Haji. Lantas, mengapa Idul Adha disebut juga sebagai Hari Raya Kurban dan Lebaran Haji?
Berikut ini sejarah Idul Adha, dan alasan penyebutan Hari Raya Kurban dan Lebaran Haji.
Pengorbanan Nabi Ibrahim dan awal mula kurban Saat Idul Adha, Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk melakukan ibadah kurban bagi yang mampu melaksanakannya. Perintah tersebut juga tertulis dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar (108):1-2)
Mengapa Idul Adha disebut Lebaran Haji? Selain Hari Raya Kurban, Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji, karena sejak 9 Dzulhijah, umat Islam yang menunaikan ibadah Haji sedang melaksanakan ritual haji yang paling utama yaitu wukuf di Padang Arafah. Wukuf adalah ritual haji yang mengajarkan umat Islam untuk meninggalkan aktivitasnya sejenak agar dapat merenungkan diri, seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim setelah menerima perintah dari Allah SWT untuk mengorbankan anaknya, Nabi Ismail. (ADV)
