Pedagang Hewan Kurban, H. Ucok: Sapi Bali Paling Laris Manis

H. Ismail Pedagang hewan qurban di bilangan Jl H, Awi Kp Pedurenan Jatiluhur Jatiasih kota Bekasi

PILARINDONESIA.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025 yang memasuki sekitar sepuluh hari lagi, terpantau sejumlah pedagang hewan qurban di Kota Bekasi melakukan persiapan.

Salah satunya di lapak milik Haji Ismail, seorang penjual sapi kurban di kawasan Kampung pedurenan RT 001/004 gang H. Awi kelurahan Jatiluhur, Jatiasih. Dirinya mengungkapkan, sejauh ini harga sapi masih tergolong stabil, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Normal sih, Alhamdulillah seperti tahun kemarin. Kenaikan harga paling sedikit,” ujar Pria yang akrab disapa Haji Ucok kepada Pilarindonesia.id saat ditemui.

H. Ucok, mengaku, Idul Adha tahun ini lapaknya menyediakan sekitar 998 ekor sapi dengan variasi ukuran dan harga. Sapi-sapi tersebut dijual mulai dari rentang harga Rp16 juta untuk bobot sekitar 250 kilogram, hingga Rp  40 juta untuk ukuran jumbo.

tindikan ditelinga (warna kuning) tanda sapin sudah lulus test sehat dari daerah asal (bali)

“Sama dengan tahun kemarin, sekitar 998 .Harga  jual dari harga Rp16 juta sampai harga Rp40 jutaa,” jelasnya.

H. Ucok,  menuturkan, dirinya lebih banyak menjual jenis Sapi Bali karena dinilai memiliki kualitas daging yang empuk dan harga yang masih terjangkau.

“Kalau saya di sini khusus jual Sapi Bali, karena bagi saya, sapi Bali itu dagingnya lebih enak dan harganya lebih ekonomis, sehingga Sapi Bali itu laris manis alias paling banyak diminati” ujarnya.

Ia juga mengaku, selain banyak konsumen yang langsung membeli untuk berkurban, banyak juga yang membeli untuk dijual kembali.

“Beli sapi disini enggak butuh orang ngerti sapi, karena kami hanya menyediakan sapi berkualitas dan harganya pun bisa di cek ke tempat lain, beli disini enggak bakalan kecewa, saya jamin,”.terangnya.

Ia, juga mengaku selalu waspada terkait ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan rutin melakukan perawatan kandang serta menggandeng dokter hewan untuk melakukan pengecekan. Pasalnya penyakit ini selalu menjadi kekhawatiran di kalangan para peternak sapi kurban.

“Iya khawatir dengan PMK, tapi kalau Sapi Bali, ini kan kita udah uji lab semua, kita udah mempersiapkan obat-obatan, vitamin, dan dokter hewannya juga mengecek,” pungkasnya. (dhit)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *