
PILARINDONESIA.ID – Sudah menjadi tradisi di Indonesia tiap kali mau memasuki bulan suci ramadhan, hampir semua Tempat Pemakaman Umum (TPU) ramai dikunjungi peziarah untuk mendoakan dan menabur bunga dimakam.
Tidak hanya di pemakaman yang dikelola pemerintah saja, dari pantauan PilarIndonesia.id, di TPU Jaha, kelurahan Jatimekar, Jatiasih Kota Bekasi, yang merupakan TPU khusus warga sekitarpun terlihat ramai dikunjungi peziarah.
Salah satu pimpinan peziarah dari kp Jaha, Tauhid Ridho, mengatakan, setiap tahun dirinya bersama rombongan keluarga besarnya rutin berziarah ke TPU. Hal ini dilakukan dalam rangka mendoakan seluruh keluarga nya yang telah meninggal dunia. Ia, juga mengatakan mengapa harus bersama rombongan, menurutnya, dengan berziarah bersama rombongan keluarga besar( berjamah), memiliki kebaikan lain yang di dapat.

“ Kalau berziarah seperti ini,sudah manjadi agenda rutin setiap tahun, minimal setahun ada dua kali berziarah ah kesini (TPU, red). Yang udah pasti ketika menjelang puasa ramadhan seperti sekarang dan setelah idul fitri,” kata, Tauhid yang juga pengurus DKM Masjid At-taufik Kp Jaha. Sabtu ( 14/02/2026)
“Mengapa berziarah kami lakukan secara berjamaah (rombongan) dengan keluarga besar, alasan yang pertama adalah, Allah lebih Menyukai amal sholeh atau ibadah yang berjamaah, kemudian dengan dilakukan secara bersama – sama, tentunya ada kebaikan lain yang terkandung. selain berziarah kalau kita lakukan bersama-sama, kita juga sekalian menguatkan silaturahmi, apalagi sebentar lagi kita melakukan ibadah puasa, dalam kesempatan ini kita juga bisa saling bermaaf – maafan,”ujarnya.
“Kebetulan kan mulai dari nenek, kakek, orangtua dan famili lainnya semua dimakam in disini, jadi biasanya kalau berziarah kita janjian dulu dengan keluarga yang lain, kita bareng-bareng ke makamnya (berziarah),” jelasnya.

tidak cukup sampai disitu, lanjut tauhid, Setelah berziarah bersama-sama, biasanya dilanjutkan dengan makan bersama, hal ini dilakukan untuk menguatkan tali silaturahmi antar keluarga.
Hal senada juga dikatakan, Abdul Rosyid yang menjadi pemimpin doa. Menurutnya, kebiasaan berziarah ke makam orang tua untuk berziar menjelang datangnya bulan suci Ramadhan sudah menjadi tradsisi tidak pernah ditinggalkan.
“Dari masih ada orangtua sampai sekarang ziarah seperti ini tidak pernah ditinggalkan, ibaratnya udah jadi keharusan, semoga kebaikan ini terus berlanjut sampai ke anak cucu dan semua keturunan” ujarnya. (dhit)
