Hj Lilis Nurlia: Pesantren Jabar Harus Cetak Santri Berdaya yang Kuat Ngaji & Jago Skill

Hj Lilis Nurlia Anggota DPRD Jabar bicara program santri berdaya

PILARINDONESIA.ID – Anggota DPRD Jawa Barat Komisi V Hj. Lilis Nurlia, S.Pd.I., M.Pd melontarkan kritik tajam: pesantren di Jabar jangan berhenti jadi pusat ngaji. Ia mendesak pemerintah daerah gaspol perkuat anggaran agar pesantren naik kelas jadi pusat pendidikan karakter plus pencetak santri berdaya.

Menurut politisi PKS Dapil Kota Bekasi-Depok itu, Jawa Barat gudangnya pesantren. Kontribusinya nyata: mencetak generasi berakhlak dan berilmu. Tapi itu belum cukup.

“Pemda harus hadir lebih optimal. Salah satunya lewat penguatan anggaran. Fasilitas dan kegiatan belajar santri wajib terus berkembang, jangan jalan di tempat,” tegas Hj Lilis, Senin (20/4/2026).

Tak cuma soal dana, anggota legilatif Jawa Barat ini juga menagih lahirnya Program Santri Berdaya. Kurikulum pesantren, kata dia, wajib dirombak jangan cuma fokus kitab kuning, tapi bekali santri dengan skill yang laku di masyarakat.

“Kita ingin santri kuat ilmu agama, tapi juga punya keterampilan. Itu bekal mereka pas balik ke masyarakat. Jangan sampai pinter ngaji tapi gagap zaman,” cetusnya.

Bagi Hj Lilis, integrasi agama dan keterampilan adalah kunci. Santri harus mampu adaptif dengan perkembangan zaman tanpa cabut dari akar nilai keislaman.

“Lewat integrasi ini, santri punya kemampuan lebih luas. Bukan cuma di bidang keagamaan, tapi juga siap tempur di dunia kerja dan sosial,” tambahnya.

Ia menutup dengan penegasan: pesantren adalah benteng terakhir pembentukan karakter.“Pesantren bukan sekadar tempat belajar agama. Ini pusat pembentukan karakter, kedisiplinan, dan moral. Kalau pesantren kuat, generasi Jabar kuat,” pungkasnya. (adv/fie)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *