
PILARINDONESIA.ID – Musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 bikin emak-emak di Jatiasih Bekasi deg-degan. Bukan cuma rebutan zonasi, tapi biaya masuk SD Islam Terpadu (SDIT) yang tahun ini naik signifikan.
Tiwi, warga Jatiasih yang anaknya mau masuk SD tahun depan, mengaku kaget liat rincian biaya. “Tahun lalu tetangga masuk SDIT masih Rp 11 juta totalnya. Sekarang aku cek brosur buat 2026, uang pangkalnya aja udah Rp 11,7 juta. Belum SPP sama uang kesiswaan,” kata Tiwi, Rabu 12/5/2026.
Data yang dihimpun PilarIndonesia.id dari brosur PPDB salah satu SDIT Akreditasi A di wilayah Jatiasih. Biaya antar sekolah bisa berbeda. Wajib konfirmasi langsung ke sekolah tujuan.
Jenjang SDIT:
- Uang Pendaftaran: Rp 375.000
- Uang Pangkal: Rp 11.750.000
- SPP per Bulan: Rp 850.000
- Uang Kesiswaan Kelas 1-3: Rp 1.650.000
Estimasi total biaya awal masuk: Rp 13.775.000 di luar biaya seragam, buku paket, dan kegiatan tahunan.
Berdasarkan informasi di brosur, pendaftaran Gelombang 1 dibuka 28 September sampai 28 November 2025. Pendaftar di periode ini mendapat potongan biaya sebesar Rp 1.000.000. Gelombang 2 dibuka 1 Desember 2025 sampai 28 Februari 2026 dengan kuota terbatas.
KENAPA BIAYA SDIT MAHAL?
Ustadz Ahmad, M.Pd, salah satu kepala SDIT di Kota Bekasi yang ditemui PilarIndonesia.id, menjelaskan komponen biayanya
“Pertama, fasilitas full AC di semua kelas dan lab komputer. Kedua, program tahfidz Quran dan Bahasa Inggris harian. Ketiga, rasio guru 1 banding 20 biar pembelajaran fokus. Keempat, penyesuaian gaji guru yg ikut standar UMR Bekasi,” jelasnya.(dhit)
