
PILARINDONESIA.ID– Semangat pelestarian budaya Sunda mengemuka dalam gelaran Kirab Budaya Pusaka Kujang yang berlangsung di Kota Bogor. Acara tersebut dihadiri lan oleh Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi, Maja Yusirwan, serta Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Budiman Sudjatmiko. Yang keduanya merupakan undangan dari panitia kegiatan tersebut
Kirab yang diikuti oleh para pegiat budaya, komunitas adat, dan masyarakat umum ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pusaka Kujang kepada generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Maja Yusirwan menyampaikan bahwa Pemkot Bekasi melalui Disparbud terus berkomitmen mendukung kegiatan budaya sebagai bagian dari penguatan identitas daerah.
“Pusaka Kujang bukan hanya simbol senjata tradisional Sunda, tetapi juga mengandung filosofi kepemimpinan, keberanian, dan kearifan. Melalui kirab ini, kita ingin nilai-nilai tersebut kembali hidup di tengah masyarakat Kota yang multikultur,” ujar Maja.
Sementara itu, Kepala BPIP RI Budiman Sudjatmiko mengapresiasi inisiatif pelestarian budaya lokal. Ia menekankan bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada keberagaman budayanya.
“Pancasila hidup dalam budaya. Kirab Pusaka Kujang ini adalah contoh bagaimana nilai-nilai kebangsaan bisa dirawat melalui tradisi dan simbol budaya daerah,” kata Budiman.
Makna Pusaka Kujang
Kujang merupakan senjata tradisional khas masyarakat Sunda yang telah ada sejak era Kerajaan Pajajaran. Bentuknya yang unik dengan bilah melengkung melambangkan ketegasan, kewibawaan, dan perlindungan.
Selain sebagai alat pertahanan, Kujang juga dimaknai sebagai simbol kesuburan, kemakmuran, dan jati diri orang Sunda.
Melalui Kirab Budaya Pusaka Kujang, diharapkan masyarakat Kota Bogor semakin mengenal dan mencintai warisan leluhur, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman.(Dhit)
