PILARINDONESIA.ID – Reses 1 anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Heri Koswara bersama komunitas ke kebudayaan orang Bekasi (KOASI), banyak mendapat masukan terkait kebudayaan.
Menurut salah satu pengurus koasi, Sarin Sarmadi, saat ini perhatian pemerintah daerah terhadap kebudayaan masih sangat minim, sehingga untuk menggelar event rutin saja masih kerap kesusahan mengumpulkan dana.
“Kebetulan di kami (koasi, red) ada agenda rutin tahunan, yaitu lebaran Betawi. Dalam menggelar agenda rutin tahunan ini, kami kerap melakukan kolekan dengan anggota koasi, sehingga setiap selesai acara biasanya meninggalkan hutang, Dan lagi-lagi kami mencari dana bahkan kolekan lagi untuk membayar hutang,”. Kata, Sarin.
Pria yang akrab disapa Bang ilok ini menambahkan, lebaran betawi yang digelar sudah memasuki tahun ke 6, lebaran betawi pertama hingga ke 4 biaya murni dari anggota Koasi dan donatur melalui proposal.
“Alhamdulillah lebaran betawi ke 6, kami mendapat bantuan dari pemerintah daerah, walaupun masih jauh dari dana yang dibutuhkan,”. ujarnya.
Sementara itu, Heri Koswara, yang banyak mendapatkan masukan dan pertanyaan dari anggota koasi berjanji akan menyampaikan aspirasi ke pihak pemerintah agar perhatian ke komunitas budaya lebih besar lagi.
” InsyaAllah lebaran Betawi berikutnya tidak usah kolekan atau patungan lagi, kami akan berusaha agar seluruh dana acara lebaran betawi disupport sepenuhnya dari pemerintah,”. Terangnya.
Heri juga menambahkan, kebudayaan merupakan jati diri atau identitas sebuah daerah, dengan budaya dan ke arifan lokal sebuah daerah dapat dikenal.
“Saat ini posisi kami di legislatif hanya menganggarkan, untuk eksekutor ada di eksekutif seperti presiden, gubernur dan walikota,”. Tegas pria yang di Gadang-gadang akan maju sebagai walikota Bekasi 2024 mendatang. (adv)
