
PILARINDONESIA.ID – Pemandangan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hidayatul Ahsaniyah yang terletak di kampung Cakung,kelurahan Jatimekar, jatiasih Kota Bekasi, terlihat ada yang berbeda. Pasalnya, terlihat di halaman sekolah berdiri tenda dan stand booth layaknya seperti akan ada pameran atau sejenisnya.
Yaa, benar saja, saat wartawan pilarindonesia.id, memasuki halaman sekolah tersebut, terlihat siswa-siswi sibuk merapihkan dagangan, ada yang sedang menata, ada yang sedang mempromosikan dan ada juga yang sibuk menghitung uang hasil penjualannya, ternyata disekolah tersebut sedang ada kegiatan market day. Berbagai macam makanan ringan, seperti, mochi, donat, sosis, martabak, es kul-kul dan masih banyak lagi dijajakan siswa MI Al Hidayatul Ahsaniyah. uniknya lagi, para siswa ini juga yang mengenakan pakaian layaknya seorang chef dan seorang marketing.

Kegiatan Market Day merupakan gelar karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) kurikulum merdeka tentang kewirausahaan. Adapun nilai-nilai jiwa kewirausahaan yang bisa dikuatkan pada anak-anak antara lain semangat belajar, pantang menyerah, kolaboratif, disiplin, tanggung jawab, sportif, dan lain-lain.
P5 juga bertujuan untuk memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mempelajari isu-isu penting di sekitar, termasuk market day di dalamnya. Sekolah yang memilih kurikulum merdeka harus memilih tema dalam satu tahun untuk P5. Ada beberapa tema, salah satunya adalah tema kewirausahaan atau market day.

Kepala MI Alhidayatul Ahsaniyah, Kunaivi Sanusi, mengatakan, kegiatan market day yang dilakukan madrasah yang dipimpinnya merupakan, kegiatan yang ada dikurikulum merdeka. Ia, berharap dari kegiatan market day ini akan tumbuh jiwa seorang wirausaha yang jujur.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan market day atau bahasa lainnya diesebut, yaumil tijaroh, akan muncul jiwa wirausaha, kelak nanti setelah dewasa akan menjadi pengusaha hebat yang berahlakul karimah,” katanya. rabu (11/09/2024).
Lebih lanjut, pria berkacamata yang akrab disapa, ustadz Kunaivi, ini mengataka, menjadi wirausaha merupakan mengikuti jejak rasulullah.
“Dalam siroh, rasulullah adalah seorang pedagang, sejak kecil beliau adalah seorang pedagang, namun menjadi seorang wirausaha saja tidak cukup, tetapi harus menjadi pedagang yang jujur, mudah-mudahan kita dapat mencontoh ahlak dan dan cara berdagangnya rosulullah yang sangat jujur,” ucapnya.
sementara itu, ditempat yang sama, salah satu walimurid kelas 1, Ratna, mengatakan, dengan diadakannya acara market day, dapat membuat siswa lebih percaya diri.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh yang terlibat dengan acara market day, mudah-mudahan melalui acara ini akan tumbuh rasa percaya diri untuk para siswa,” pungkasnya. (dhit)
