Hari Pahlawan, Lilis Nurlia : Mengaktualisasikan Prinsip Kepahlawanan Dalam Kehidupan Masa Kini

Mengaktualisasikan Prinsip Kepahlawanan Dalam Kehidupan Masa Kini

Hari pahlawan yang baru saja kita peringati pada tanggal 10 November yang lalu, kiranya bukan sebatas seremonial semata. Kita harus pahami bahwa para pahlawan membela negara demi memberikan kenyamanan dan ketentraman kepada kita semua agar bisa beribadah dengan tenang, tidak diganggu oleh para penjajah. Dan kita yakin bahwa para pahlawan yang beragama Islam tentu matinya tergolong syuhada fi sabilillah.

Banyak hikmah yang dapat kita petik dalam memperingati hari pahlawan, namun ada dua hal yang menjadi kunci utama yaitu punya prinsip yang kuat (istiqamah) dan sabar. Punya prinsip yang kuat artinya tidak tergoda dengan bujuk rayu dunia dan hawa nafsu. Misalnya, tidak mudah kagum dan heran dengan hiasan dunia yang bisa membujuk hati siapapun sehingga lupa dan meninggalkan Allah Swt.

Jika pahlawan dulu berjuang dengan mengangkat senjata untuk mengusir para penjajah, maka tugas kita saat ini sebagai penerus adalah berjuang untuk mengusir kebodohan dan ketertinggalan sebagai modal menjaga kemerdekaan ini. Cara perjuangan saat ini adalah dengan terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang baik. Bukan sebaliknya, mewarnai kemerdekaan dengan sikap-sikap negatif yang akan merusak integritas dan eksistensi bangsa.

Terlebih di era digital saat ini di mana berbagai narasi informasi provokatif sering muncul di media sosial. Kita dan khususnya para generasi muda harus dipahamkan agar tidak mudah larut mengikuti paham-paham yang ingin memecah belah bangsa. Para generasi muda khususnya, harus terus disadarkan untuk meneladani spirit para pahlawan dan mengusir penjajah di zaman modern yang kerap masuk melalui perang pemikiran (Ghazwul fikri) di media sosial. Setiap elemen bangsa harus disadarkan untuk tidak terprovokasi dengan berbagai upaya membenturkan keragaman yang ada di Indonesia.

Keragaman agama, budaya, suku, dan adat istiadat yang ada di Indonesia tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Semua itu adalah sunnatullah dan ditujukan untuk kebersamaan dengan saling kenal mengenal.

Kemerdekaan yang hari kita kita rasakan, tentu tak lepas dari hasil perjuangan para pahlawan. Sebagai wujud syukur kita, kiranya prinsip kepahlawanan itu dapat kita aktualisasikan dalam kehidupan kita sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *