
PILARINDONESIA.ID – 1 Muharram 1447 H menandai pergantian tahun pada kalender Hijriah yang bertepatan dengan Jumat, 27 Juni 2025. Pergantian tahun ini menjadi suatu momentum yang baik bagi umat Islam untuk merenungkan perjalanan hidup.
Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara, dalam khutbah jum’atnya yang bertepatan dengan tahun baru hijiryah mengatakan, pergantian tahun hendaknya dijadikan sebagai bahan intropeksi (muhhasabah) diri, jangan sampai ketakwaan kepada Allah mengalami penurunan, sehingga menjadi orang yang merugi. Kalau kebaikan atau ketakwaan kita tahun ini sama saja dengan tahun yang itu sebuah kerugian, apalagi ketakwaan kita menurun, itu jelas lebih merugi lagi, Naudzubillah..
Ada beberapa cara menigkatkan dan menjaga ketakwaan dan kebaikan, sehingga kita menjadi orang yang beruntung,berikut cara menjaga ketakwaan.
- Al muhasabah ( intropeksi). Hendaklah kita terus melakukan intropeksi diri, intropeksi tidak hanya dilakukan setiap tahun, tetapi bisa kita lakukan setiap saat, sahabat -sahabat rasulullah kerap melakukan intropeksi sebelum tidur, beliau merenung apa yang sudah dilakukan pada siang hari, apakah lebih baik dari hari sebelunya atau sama saja bahkan berkurang.
- Al Mu’ahadah (Janji). Kita harus mengingat janji kita kepada Allah, sadar atau tidak, kita telah berjanji kepada Allah, setidaknya dalam sholat yang kita dirikan, kita berjanji ketika membaca Alfatihah, “Iyakana budua iya kanastain” Hanya kepadamu aku menyembah dan hanya kepadamu aku meminta pertolongan. Kalau janji ini kita lakukan, maka kita tidak akan berani meminta selain hanya kepada rabb kita.
- Al Muaqobah (sanksi), Kita harus berabi memberi iqob (sanksi) pada diri kita ketika kita melakukan kelalaian dalam beribadah, seperti yang pernah dilakukan oleh sahabat rasulullah, yang ketika itu terlambat sholat berjamaah karena disibukan oleh perkebunannya, maka sahabat tersebut menghukum (iqob) dirinya dengan menghibahkan seluruh kebunnya, dengan tujuan tidak lagi terlambat sholat berjamaah.
- Al Mujahadah (sungguh-sungguh), Untuk menjaga dan menggapai ketaqwaan kita membutuhkan kesungguhan. Bersungguh-sungguh adalah kunci keberhasilan dalam bidang apapun , tidak terkecuali menjaga ketaqwaan kita. Wallahu a’lam bishowab.
