
PILARINDONESIA.ID – Di tengah derasnya arus zaman yang kerap menggilas tradisi, masih ada sekelompok anak Betawi pinggiran yang resah dan memilih bergerak. Dari keresahan itulah lahir Yayasan Kebudayaan Orang Bekasi (KOASI) pada 5 Agustus 2016.Tanggal itu menjadi penanda lahirnya sebuah agenda besar Lebaran Betawi Pondok Melati, sebuah acara kolosal yang menjaga semangat persaudaraan dan toleransi di Kampung Sawah, Pondok Melati, Kota Bekasi.
“Ini bukan sekadar hiburan. Ini cara kami merawat peradaban kampung yang kritis untuk dibicarakan,” ujar Bang ILok, Ketua Yayasan KOASI.
Panggung Kolosal 3000 Orang di Halaman Pesantren
Lebaran Betawi pertama digelar 2016 di halaman Pondok Pesantren Yasfi, Kampung Sawah. Hasilnya luar biasa. Lebih dari 3000 orang tumpah ruah menyaksikan rangkaian tradisi Betawi yang disajikan utuh, dari pagi sampai malam.
Sejak sukses perdana itu, KOASI konsisten menggelar Lebaran Betawi setiap tahun dengan tema yang selalu berbeda, mengangkat satu per satu khazanah budaya Betawi:
Lebaran Betawi 1, 2016: Nyorog
Lebaran Betawi 2, 2017: Ngarak Nganten
Lebaran Betawi 3, 2018: Ngarak Nganten Sunat
Lebaran Betawi 4, 2019: Ngarak Barong Betawi
Lebaran Betawi 5, 2021: Jawara Mengaji
Lebaran Betawi 6, 2022: Jawara Mengaji
Lebaran Betawi 7, 2023: Ngarak Bedug dan Barong Betawi
Lebaran Betawi 8, 2024: Ngejotin
Satu-satunya Event yang Murni Sajikan Adat Betawi
Tak heran jika Lebaran Betawi Pondok Melati selalu ditunggu. Event ini rutin diliput puluhan TV Nasional dan ratusan media cetak serta online karena keunikannya menjadi satu-satunya acara kolosal yang menampilkan tradisi dan adat Betawi secara murni dan runut.
Mulai dari Nyorog, Ngarak Nganten, Palang Pintu, Ondel-ondel, Barong, Gambang Kromong, semua ditampilkan tanpa campuran. Penontonnya pun lintas wilayah, dari Betawi Bekasi, Jakarta, hingga sekitarnya.
Rindu yang Tertunda Tiga Tahun
Sayangnya, event akbar ini harus menghilang selama tiga tahun terakhir. Menurut Bang ILok, hal itu disebabkan kurangnya perhatian dari Pemerintah.
“Semoga di tahun yang akan datang acara akbar ini segera bisa kembali terlaksana. Agar kami bisa terus merawat tradisi dan budaya yang ada,” harap Bang ILok.
Lebaran Betawi Pondok Melati bukan hanya keriaan. Ia adalah ruang ingatan, tempat generasi baru Betawi mengenal akar budayanya. Dan KOASI, selama ini telah menjadi penjaga setia di garis depan. (fie)
