
PILARINDONESIA.ID – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan tragis di perlintasan kereta api Ampera, Bekasi Timur, yang menewaskan 4 orang dan melukai 67 lainnya pada Sabtu malam, 26 April 2026.
“Kita turut berduka atas kecelakaan yang terjadi,” ujar Sardi Efendi kepada PilarIndonesia.id, Selasa (28/4/2026)
Politisi senior itu juga mendoakan para korban luka agar segera mendapat penanganan medis terbaik dan dapat pulih kembali.
“Mudah-mudahan korban segera mendapatkan perawatan dan semoga pulih kembali,” ucapnya.

Desak Evaluasi Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Lebih lanjut, Sardi Efendi menyoroti kondisi perlintasan Ampera, Ia mendesak agar seluruh lintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Bekasi segera dievaluasi total.”
Lintasan kereta api yang tidak berpalang pintu agar dapat dievaluasi supaya tidak terjadi lagi di kemudian hari,” tegas Ketua DPRD tersebut.
Baca Juga : walikota dan kapoada tinjau Laka Maut KRL Ampera
Desakan ini sejalan dengan pernyataan Wali Kota Bekasi sebelumnya yang telah mengajukan pembangunan flyover senilai Rp200 miliar kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, sebagai solusi permanen. Pemerintah pusat melalui Prabowo Subianto disebut telah menyetujui rencana tersebut.
Data terakhir RSUD Chasbullah Abdulmadjid mencatat total korban mencapai 71 orang, dengan rincian 4 orang meninggal dunia dan 67 lainnya luka-luka. Korban jiwa terdiri dari 1 balita, 1 anak, dan 2 dewasa.
Saat ini Tim TAA dan Inafis Polda Metro Jaya masih melakukan olah TKP, sementara garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian.(dhit)
