Soroti Anak Akrab Gawai, Lilis Nurlia: Literasi Digital Harus Masuk RT/RW, Jangan Cuma Sekolah

anggota DPRD Jawa Barat, Komisi V, Hj. Lilis Nurlia bicara soal anak & digital

PILARINDONESIA.ID – Anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi 5, Hj. Lilis Nurlia, menyoroti kondisi anak-anak saat ini yang sudah sangat akrab dengan gawai, media sosial, hingga berbagai platform digital.

Menurut Lilis, kondisi tersebut membawa peluang besar untuk belajar dan berkembang, namun juga menyimpan risiko jika tidak didampingi. Ia menyebut, berbagai konten tidak sesuai usia dapat muncul dengan mudah, mulai dari kekerasan, ujaran kebencian, hingga kebiasaan yang tidak sehat untuk anak.

Waspadai Bullying hingga Kecanduan Gawai
Selain konten negatif, politisi Dapil Jabar 8 (Kota Bekasi-Kota Depok) itu menyoroti ancaman lain yang sering terjadi di ruang digital, seperti perundungan (bullying), penipuan online, hingga kecanduan gawai yang berpengaruh terhadap kesehatan mental dan prestasi belajar.

Menurutnya, masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak, tetapi harus menjadi kerja bersama lintas sektor.

Dorong Literasi Digital Sampai Tingkat RT/RW
Lilis mendorong agar edukasi literasi digital dilakukan rutin melalui sekolah, komunitas warga, dan kegiatan pembinaan keluarga, termasuk di lingkungan RT/RW.

Menurutnya, literasi digital tidak harus rumit, yang penting anak-anak paham dasar.“Anak-anak Jawa Barat harus tumbuh dengan karakter yang kuat, disiplin, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal positif, seperti belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” tegas Lilis.

Kolaborasi Kunci Selamatkan Anak dari Dampak Negatif Digital
Ia menekankan, pemerintah, swasta, sekolah, dan masyarakat harus duduk bersama menciptakan ekosistem digital yang aman untuk anak. Tanpa kolaborasi, anak akan jadi korban derasnya arus informasi. (adv/fie)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *