Persiapan Jelang Wukuf: 7 Hal yang Wajib Dilakukan Calon Haji Agar Ibadah Lancar

foto: ilustrasi

PILARINDONESIA.ID – Wukuf di Arafah adalah puncak ibadah haji. Berlangsung hanya beberapa jam pada 9 Zulhijjah, tapi penentu sah atau tidaknya haji seseorang.

Kementerian Agama mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan fisik dan mental jelang wukuf. Menteri Agama menegaskan istithaah kesehatan jadi prioritas tahun ini, sementara BP Haji memastikan persiapan haji 2026 sudah masuk tahap kontrak dengan Arab Saudi mulai Agustus.Biar nggak panik dan bisa khusyuk, ini 7 hal yang wajib di siapkan:

1. Cek Kondisi Fisik dan Istirahat Cukup

Mulai 8 Zulhijjah, jamaah biasanya sudah diberangkatkan ke Mina untuk Tarwiyah. Manfaatkan waktu ini untuk tidur cukup dan makan teratur. Wukuf butuh stamina karena kamu akan berjam-jam di luar tenda, di bawah terik matahari.Kemenag tahun ini fokus banget ke istithaah kesehatan. Bawa obat pribadi, vitamin, dan botol semprot air untuk mencegah dehidrasi. Kalau punya riwayat penyakit, pastikan sudah konsultasi ke petugas kesehatan kloter.

2. Siapkan Niat dan Zikir untuk Wukuf

Wukuf itu momen doa paling mustajab. Jangan sampai bingung mau berdoa apa.
Siapkan catatan kecil berisi doa untuk diri, keluarga, orang tua, permohonan ampunan, dan hajat dunia akhirat.Hafalkan juga zikir yang dianjurkan Nabi SAW:
“La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir”

3. Pahami Rangkaian Waktu Wukuf

Waktu wukuf dimulai saat matahari tergelincir tanggal 9 Zulhijjah hingga fajar 10 Zulhijjah. Dengarkan arahan petugas kloter soal waktu keberangkatan dan pembagian rombongan. Salah waktu bisa berakibat fatal.

BACA JUGA: Timwas DPR Bakal Turun Ke Tanah suci

4. Gunakan Pakaian Ihram yang Nyaman dan Bawa Perlengkapan Wajib

Pastikan kain ihram tidak licin dan mudah menyerap keringat. Bawa payung kecil, kipas angin mini, tas selempang, dan botol minum lipat.
Jangan bawa barang berlebihan. Tas yang berat bikin cepat lelah.

5. Jaga Lisan dan Hindari Debat

Arafah bukan tempat berdebat soal tempat, antrean, atau fasilitas. Fokus jaga hati dan lisan. Banyak jamaah menyesal karena waktunya habis untuk hal duniawi. Ingat, ini sekali seumur hidup bagi kebanyakan orang.

6. Manfaatkan Teknologi dengan Bijak

Simpan nomor petugas kloter dan lokasi tenda di HP. Aktifkan share location. Tapi batasi penggunaan HP untuk foto dan medsos. Waktu wukuf lebih berharga untuk munajat daripada upload story.

7. Perbanyak Istighfar Sejak Malam Sebelumnya

Malam 8 Zulhijjah di Mina adalah waktu yang baik untuk muhasabah. Bersihkan hati, minta maaf ke sesama jamaah sekamar, dan perbarui niat. Wukuf dengan hati yang bersih bikin doa lebih mudah sampai.

Penutup
Wukuf bukan soal fisik kuat saja, tapi soal kesiapan hati. Kemenag mengimbau calon jemaah mempelajari aturan dengan cermat dan melakukan persiapan matang secara fisik, mental, dan finansial. Semoga Allah mudahkan setiap langkah dan menerima haji kita semua menjadi haji mabrur.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *