
PILARINDONESIA.ID – Di era serba digital ini, gadget seperti HP dan tablet sudah jadi barang biasa di rumah. Banyak orang tua di Bekasi yang resah: “Bahaya nggak sih anak dikasih HP?” Irfan, warga Jatiasih, mengaku sempat bingung. “Anak saya umur 7 tahun minta HP terus buat nonton YouTube. Takut kecanduan, tapi kasihan juga kalo ketinggalan teknologi,” ujar Irfan, saat ditemui, Rabu, 13/5/2026. Kegelisahan Irfan ini wajar.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penggunaan gadget pada anak memang punya dua sisi. Ada manfaat, ada juga risiko jika tidak dikontrol. Berikut plus minus gadget untuk anak yang wajib orang tua tahu:
1. MANFAAT GADGET UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK
Sarana Belajar Interaktif: Aplikasi edukasi seperti Ruang guru atau YouTube Kids bisa bantu anak belajar membaca, berhitung, dan bahasa Inggris dengan cara menyenangkan.
Mengasah Kreativitas: Anak bisa belajar menggambar digital, membuat video sederhana, atau mengenal musik lewat aplikasi.
Komunikasi dengan Keluarga: Video call dengan kakek-nenek yang jauh jadi lebih mudah. Apalagi bagi warga Bekasi yang merantau.
Mengenal Teknologi Sejak Dini: Kemampuan digital jadi bekal penting anak di masa depan.
2. BAHAYA GADGET JIKA TANPA PENGAWASAN
Risiko Kecanduan & Gangguan Fokus: IDAI menyarankan anak di bawah 2 tahun tidak diberi gadget. Anak 2-5 tahun maksimal 1 jam per hari. Lebih dari itu bisa ganggu konsentrasi belajar.
Masalah Kesehatan Mata & Postur: Menatap layar terlalu lama bisa bikin mata kering dan rabun. Posisi menunduk juga tidak baik untuk tulang leher anak.
Kurang Interaksi Sosial: Anak yang asyik dengan gadget cenderung jadi pendiam dan susah bermain dengan teman sebaya di lingkungan rumah.
Paparan Konten Tidak Sesuai Usia: Tanpa filter, anak bisa tidak sengaja melihat konten kekerasan atau dewasa di internet.
3. TIPS AMAN ORANG TUA BEKASI MEMBERI GADGET KE ANAK
Irfan, kini menerapkan aturan ketat di rumahnya. “Boleh main HP, tapi ada jamnya. Weekend aja, 1 jam. Itupun saya dampingi,” katanya.
Berikut tips dari Psikolog Anak Bekasi, Bunda Rina S.Psi, yang bisa ditiru,
- Terapkan “Screen Time”: Buat jadwal jelas. Contoh: Hanya boleh 30 menit sepulang sekolah setelah PR selesai.
- Buat jadwal jelas. Contoh: Hanya boleh 30 menit sepulang sekolah setelah PR selesai. Dampingi dan
- Pilih Konten: Aktifkan YouTube Kids. Download aplikasi edukasi. Tonton bersama anak dan diskusikan isinya.
- Jadi Teladan: Orang tua kurangi main HP saat bersama anak. Ajak anak main di luar atau baca buku fisik.
- Gadget Bukan “Babysitter”: Jangan kasih HP hanya agar anak diam saat orang tua sibuk. Lebih baik sediakan mainan edukatif.
- Ajak Aktivitas Fisik: Seimbangkan dengan main sepeda, lari di taman, atau bantu orang tua di rumah.
KESIMPULAN
Gadget ibarat pisau bermata dua. Bisa membantu, bisa juga melukai jika salah pakai. Kuncinya ada di pengawasan dan komunikasi orang tua. Dengan aturan yang jelas, gadget bisa jadi teman belajar anak, bukan musuh.
Bagaimana pengalaman bunda-bunda di Bekasi soal gadget dan anak? Share di kolom komentar ya…!!. (dhit)

Informasi yang sangat bermanfaat.. terimakasih pencerahan nya