
Didukung Dinsos, Basarnas, dan Puskesmas. Data Korban Dirinci Per Kelompok Agar Bantuan Tepat Sasaran
BEKASI UTARA, (PilarIndonesia.id) – Sekretaris Kecamatan Bekasi Utara, Ahmad Apandi, menegaskan bahwa SAHABAT UTARA bukan sekadar aplikasi digital. Ia menyebut sistem ini sebagai bentuk “Transformasi Budaya” dalam penanganan bencana di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Apandi (panggilan akrabnya) saat meluncurkan “SAHABAT UTARA” atau Sistem Antisipasi Hadapi Banjir Terpadu. Rabu, 13 Agustus 2026 di Ballroom Jayawijaya Wisma BSI.
“SAHABAT UTARA bukan sekadar aplikasi digital, melainkan sebuah Transformasi Budaya kerja dari ego sektoral menjadi kolaborasi partisipatif. Sistem ini hadir untuk memastikan tidak ada lagi warga yang kehilangan Golden Time dalam menyelamatkan nyawa dan harta benda,” tegas Apandi.
“Dengan SAHABAT UTARA, semua laporan warga, pantauan CCTV, dan komando aparat terintegrasi dalam satu dasbor pusat kendali secara real-time. Jadi respon kita bisa lebih cepat,” ujarnya.
Keunggulan lain dari SAHABAT UTARA adalah sistem pendataan korban yang tidak lagi diglobalkan.

“Dengan menggunakan aplikasi SAHABAT UTARA, data menjadi lebih valid sehingga bantuan untuk korban banjir tepat sasaran. Karena datanya tidak dihitung secara global, namun dirinci per kelompok. Ada data lansia, anak-anak, balita, termasuk gender. Sehingga yang dibutuhkan pun berbeda-beda,” jelasnya
Pilot Project di Kampung Lebak
Sebagai langkah awal, SAHABAT UTARA diuji coba selama Agustus 2026 di RW 02 Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung. Wilayah ini merupakan titik kritis banjir dengan ketinggian 1,0 – 1,5 meter.
“Target kami 6 bulan ke depan SAHABAT UTARA sudah diimplementasikan di seluruh 6 kelurahan di Bekasi Utara,” tambahnya.
Dukungan Lintas Sektor
Program ini mendapat dukungan penuh dari lintas sektor. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Bekasi, Ester, SE., MT., berharap SAHABAT UTARA dapat berkolaborasi dengan aplikasi E-Basoka.
“Terima kasih Pak Sekcam yang telah membuat sistem yang luar biasa ini. Saya berharap ini tidak sampai di sini saja, tetapi harus diimplementasikan bersama,” kata Bu Ester.
Koordinator Basarnas Wilayah Bekasi Utara, Hasanuddin, juga menyambut baik. “SAHABAT UTARA diharapkan mampu memetakan wilayah terdampak banjir. Bukan hanya di musim hujan, tetapi adanya air kiriman juga akan lebih terpantau. Pemetaan untuk korban banjir bisa lebih jelas termasuk datanya,” ujarnya.
Dari sektor kesehatan, Kepala Puskesmas Kaliabang Tengah, dr. Rina Wijaya, MKM, juga mengapresiasi. “Dengan adanya aplikasi ini penanganan korban banjir lebih mudah dan lebih baik,” katanya.
Dengan luas wilayah 19,65 KM² dan populasi 332.953 jiwa, Kecamatan Bekasi Utara menargetkan 3 indikator: Respon Cepat Bencana, Kepercayaan Masyarakat, dan Pelayanan Berkualitas. (Dhit)
