Pembinaan PUMK Sinergi 2026 Pertamina-BRI di Bekasi Bikin Peserta Pulang Bawa NIB

PILARINDONESIA.ID, (BEKASI) – Ada yang berbeda dari pembinaan UMKM biasanya. Dalam agenda Pembinaan Program PUMK Sinergi 2026 Pertamina dan BRI yang digelar Rabu (21/10/2026) di D’Kampoeng Resto, Kota Bekasi, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tapi langsung pulang membawa legalitas usaha.

Turut hadir dalam acara tersebut Nur Rizky Lestar selaku Senior Officer 2, Widi Hastuti selaku Manajer Bisnis BRI Cabang Pondok Gede, dan Khairiyah Kamila sebagai narasumber utama. Kehadiran ketiganya menegaskan sinergi nyata antara Pertamina sebagai penyalur dana PUMK dan BRI sebagai pembina keuangan di bawah naungan Danantara Indonesia.

Kegiatan ini mewajibkan peserta hadir membawa KTP, handphone, dan produk usaha. Bukan tanpa alasan, seluruh peserta diajak praktik langsung pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di lokasi acara.

Materi legalitas dibawakan secara lugas oleh Khairiyah Kamila dengan 10 slide pamungkas. Ia membuka sesi dengan peringatan keras bertajuk “AWAS! Risiko Usaha Tanpa Legalitas” yang menjelaskan bahaya usaha tanpa payung hukum, mulai dari rawan tutup, sulit mendapat modal, hingga tidak bisa masuk retail modern.

Khairiyah kemudian mematahkan mitos yang sering menghantui UMKM. “Banyak yang mengira bikin NIB itu mahal dan lama, butuh berhari-hari. Realitanya? Gratis, cepat, dan cukup pakai KTP dan HP saja,” tegasnya dalam materi Mitos vs Realita.

Dalam paparannya, ia menekankan 5 Keuntungan Utama memiliki NIB, aman secara hukum, meningkatkan kredibilitas usaha, menjadi syarat utama pengajuan modal PUMK, syarat masuk e-katalog dan retail modern, serta menjadi langkah awal UMKM naik kelas.

Poin yang paling ditekankan adalah “Kunci Emas NIB”. Menurut Khairiyah, NIB berlaku seumur hidup, gratis tanpa biaya, dan hanya butuh KTP dan handphone. “Satu KTP satu NIB, cukup sekali seumur hidup,” jelasnya.

Secara teknis, peserta dipandu empat langkah praktis: memilih KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha) yang sesuai dengan produk, mengisi modal usaha dan melakukan validasi risiko, hingga trik penting di bagian perizinan.

“Untuk sertifikat Halal, SNI, atau BPOM, triknya pilih TIDAK dulu. Tujuannya agar NIB bisa terbit dulu. Nanti sertifikat tambahannya bisa diurus menyusul,” ungkap Khairiyah. Strategi ini dinilai efektif agar proses tidak mandek di sistem OSS.

Puncaknya, pada slide penutup, Khairiyah memberikan instruksi tegas, “JANGAN TUNDA LAGI! Ayo keluarkan KTP dan HP Bapak/Ibu sekarang. Kita bikin dan CETAK NIB bersama Tim Pendamping SEKARANG JUGA.”

Instruksi tersebut bukan sekadar ajakan. Pantauan Pilar Indonesia di lokasi, sejumlah peserta terlihat berhasil mencetak NIB dan mendapatkan sertifikat pembinaan dari Pertamina dan BRI.

Sampai Berita ini diturunkan, Pilarindonesia masih menghubungi Ketua Panitia terkait Pelaksana terkait tujuan, harapan output, dan target utama dari pembinaan hari ini. (Dhit).

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *