Pilarindonesia.id – Di penghujung bulan Februari 2022 dan masih dalam suasana peringatan Isra Mi’raj, Bang HK (panggilan akrab Heri Koswara) dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu sepakat janjian di Islamic Centre Bekasi. Kebetulan di pagi hari berangin itu Syaikhu tengah menghadiri acara pernikahan seorang jurnalis kerabatnya.
Didalam gedung resepsi terlihat suasana yang cair dan penuh keakraban antara Syaikhu dengan undangan yang hadir. Meskipun terus bermasker, raut senyum lepas jelas terlihat di raut wajahnya. Tak terlalu lama Syaikhu disana, selepas akad Presiden PKS yang pernah menjadi Wakil Walikota Bekasi ini bergegas keluar mendekati Heri Koswara yang sepertinya sudah beberapa saat menunggu diluar.
Seperti mengutarakan rencana selepas acara di pagi hari tersebut, lantas mereka segera masuk ke mobil hendak bergegas pergi. Namun sesaat sebelum menutup pintu mobil, saat ditanya awak media hendak kemana Ketua DPD PKS Kota Bekasi Heri Koswara menjawab, “Kami dapat kabar kalau ulama kita, Ustadz Tile sedang sakit. Mumpung masih pagi, Insya Allah kita mau tengokin di Tarumajaya.” ujar Heri singkat.
Dalam satu mobil mereka meluncur langsung ke kediaman Ustadz yang nama aslinya Nur Fadhilah namun kondang dengan sebutan Ustadz Tile. Menyusuri jalan kearah Tarumajaya yang masih banyak hamparan sawah di kanan-kiri jalan.
Sampai disana, perwakilan keluarga menyambutnya dan sampaikan maaf jika Ustadz Tile belum bisa ditemui karena butuh istirahat, “Sejak Jumat sudah terasa, tetapi beliau masih sempat taklim, akhirnya ngedrop juga mungkin kelelahan. Tadi sempat diperiksa darahnya rendah, akhir diberikan infus oleh dokter,” terang salah satu keluarga Ustad Tile.
Duduk di bawah ruang teduh yang dinamakan saung betawi kemudian Syaikhu yang memang dekat dengan Ustadz Tile mewarnai bincang-bincang dengan perwakilan keluarga sang Ustadz. Kemudian tidak terlewat, dua pimpinan PKS (Pusat & Kota Bekasi) ini memberi sedikit cindera mata serta mendoakan kesembuhan bagi ustadz yang kondang di sekitaran Bekasi tersebut.
“Ulama adalah orang yang berjuang di jalan agama melalui ilmu. Mereka adalah orang-orang yang mewarisi Nabi dalam menjaga dan mensyiarkan ilmu-ilmu-Nya. Dari lisan dan amal mereka, umat mendapati khazanah pengetahuan untuk tetap berpegang pada kebenaran di atas Alquran dan as-Sunnah.” kata Heri kepada media.
Senada dengan Heri, Ahmad Syaikhu mengungkapkan bahwa dengan mencintai ulama maka pasti yang ditemukan adalah kebaikan dan keberkahan. Mencintai ulama berarti mencintai dan meneruskannya dalam amal setiap nasihatnya. Mencintai ulama berarti siap menyokong dan membelanya.
“Semoga, umat di negeri ini semakin cerdas dalam menyebar cinta kepada para ulamanya. Ulama yang disayang dan dicintai, bukan malah dizalimi. Insya Allah.”, pungkas Heri Koswara yang digadang-gadangkan bakal maju menjadi calon walikota Bekasi ini. (str)
