Pilarindonesia.id – Sebanyak 12 tingkat Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Lembaga Seni Qosidah Indonesia (Lasqi) dilantik oleh ketua umum lasqi, Heri Koswara.
Acara pelantikan yang digelar digedung Sartika Bekasi Selatan, di hadiri oleh semua pengurus tingkat DPD dan juga struktur 12 pengurus DPK yang akan dilantik. Tidak hanya itu, selain dihadiri anggota dan pengurus lasqi baik DPD maupun DPK, pelantikan juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pejabat publik seperti, PLT Kadis budaya dan pariwisata, anggota DPR RI, Mahfudz Abdurahman bahkan turut hadir presiden PKS, Ahmad Syaikhu.

Ketua umum Lasqi, Heri Koswara mengatakan, pelantikan 12 Pengurus DPK ini adalah merupakan lanjutan dari rangkaian sebelumnya, yakni musda tingkat DPK yang telah selesai dilaksanakan.
“Alhamdulillah pelantikan pengurus tingkat kecamatan lasqi (DPK) berjalan lancar dan sesuai rencana, tentunya yang pertama saya ucapkan terima kaaih kepada teman-teman panitia yang sudah bekerja dengan maksimal. Pelantikan ini merupakan kelanjutan dari Musda DPK yang sebelumnya kami gelar dan telah menetap DPK di 12 kecamatan,”. Terang Heri Koswara.
Lebih lanjut pria murah senyum yang biasa disapa Bang HK ini juga berharap, acara pelantikan yang digelar hari ini tidak hanya sekedar acara seremonial saja, tetapi harus dijadikan sebagai penyemangat dalam berorganisasi.
“Tentunya harapan saya sebagai pimpinan lasqi adalah agar lembaga ini dapat berkontribusi banyak di kota ini, berkontribusi bisa lewat mana saja, kalau lasqi inikan jalurnya seni, lebih khusus seni qosisah, jad kita bisa berkontribusi lewat seni,” jelas pria yang juga anggota komisi 3 DPRD Jawa Barat ini.
Sambungnya, Banyak lembaga atau organisasi yang hanya semangat saat pembentukannya saja, namun setelah itu tidak dirawat atau tidak berjalan.
“Iya memang banyak lembaga ataupun organisasi yang vakum setelah terbentuk, tapi saya yakin ini tidak terjadi pada lasqi, karena saya melihat orang yang tergabung di lasqi sudah matang dalam berorganisasi. Tetapi sebagai pengingat saja, acara pelantikan ini jangan dijadikan sebagai acara seremonial saja, tetapi harus kita jadikan sebagai sarana silaturahim yang muaranya akan terbentuk soliditas,” tegas Bang HK. (Dhit)
