
PILARINDONESIA.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menargetkan pembangunan 200 unit bank sampah baru sepanjang tahun anggaran 2026. Program ini dirancang agar tersebar di tingkat Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan sampah dari sumbernya, sekaligus mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Burangkeng yang saat ini sudah berada dalam kondisi kritis.
Fokus pada Pengelolaan Sampah di Tingkat RW
Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria, pembangunan bank sampah ini masuk dalam cetak biru intervensi sampah langsung dari sumbernya.
“Dengan adanya bank sampah di tingkat RW, masyarakat bisa lebih mudah memilah dan mengelola sampah rumah tangga sebelum dibawa ke TPA. Ini cara paling efektif untuk menahan laju timbunan sampah,” jelas Nurul.
Bank sampah nantinya akan berfungsi sebagai tempat penampungan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis. Warga dapat menabung sampah seperti plastik, kertas, dan logam untuk kemudian ditukar menjadi nilai rupiah atau barang.
Dorong Partisipasi Masyarakat dan Ekonomi Sirkular
Pembangunan 200 bank sampah ini juga bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Melalui program ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk memilah sampah sejak dari rumah.
Selain aspek lingkungan, bank sampah juga berpotensi mendorong ekonomi sirkular di tingkat lokal. Sampah yang dikumpulkan dapat didaur ulang atau dijual ke pihak ketiga, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi pengelola dan warga sekitar.
Upaya Mengurangi Tekanan pada TPA Burangkeng
TPA Burangkeng selama ini menjadi lokasi utama pembuangan sampah Kabupaten Bekasi. Namun, kapasitasnya terus menyusut akibat tingginya volume sampah harian. Dengan memperluas jaringan bank sampah hingga ke tingkat RW, DLH berharap volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang secara signifikan.
Langkah ini sejalan dengan target nasional pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah 70% pada 2029.DLH Kabupaten Bekasi akan bekerja sama dengan pemerintah desa, kelurahan, dan komunitas lingkungan untuk memastikan operasional bank sampah berjalan berkelanjutan.Kenapa ini penting?
DLH akan menggandeng pemerintah desa, kelurahan, dan komunitas lingkungan agar bank sampah bisa berjalan berkelanjutan. Jika target tercapai, beban TPA Burangkeng diharapkan berkurang signifikan.
Pengelolaan sampah dari sumbernya terbukti lebih efektif dan hemat biaya dibandingkan hanya mengandalkan TPA. Jika program 200 bank sampah ini berjalan, Kabupaten Bekasi bisa menjadi contoh daerah yang berhasil menerapkan ekonomi sirkular di tingkat komunitas. (dhit)
