Pilarindonesia.id – Belakangan ini ketika pemerintah menurunkan dan menerapkan penyeragaman harga, barang yang berbahan baku kelapa seperti hilang bak ditelan bumi. Antrian masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng selalu menghiasi berita, baik dimedia online, cetak maupun elektronik.
Kelangkaan minyak goreng ini juga ini juga menjadi sorotan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Heri Koswara. Menurutnya kelangkaan minyak goreng disebabkan adanya oknum yang mau mencari keuntungan dari fenomena langkanya minyak goreng.
“Dulu waktu masih mahal barangnya sangat banyak dipasar-pasar, tetapi setelah pemerintah mengeluarkan harga eceran tertinggi dan memberlakukan penyeragaman harga, tiba-tiba barangnya menjadi langka, saya rasa ini disebabkan ada oknum yang sengaja menghilangkannya, sehingga kiata seperti dihadapkan antara harga mahal tapi barangnya banyak atau harga murah tetapi barangnya susah dicari,”. Kata Heri.
Lebih lanjut, Heri juga meminta aparat untuk menindak tegas para penimbun minyak goreng, bahkan dirinya juga meminta dinas terkait untuk memberikan sanksi berat kepada perusahaan nakal yang menyebabkan langkanya minyak goreng.
“Jika memang kedapatan melakukan penimbunan, baik personal maupun perusahaan aparat harus menindak tegas,”. Ujarnya.
Bahkan Bang HK (sapaan akrabnya) juga meminta kepada pemerintah agar memastikan semua barang pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat cukup ketersediaannya.
“Sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan, biasanya kebutuhan sembako meningkat, saya berharap tidak ada lagi barang kebutuhan pokok yang susah dicari, pemerintah harus memastikan stok kebutuhan pokok aman dan tidak ada kenaikan harga,” tukasnya. (*).
