PILARINDONESIA.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga merupakan Ketua umum DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara menjadi Khotib Sholat jumat di masjid An-Nur komplek Graha Indah, Jatimekar Jatiasih Kota Bekasi.
Dalam Khutbahnya, pria yang biasa disapa HK ini mengatakan, ada empat cara untuk mempertahankan ketakwaan pasca menjalani ibadah puasa bulan ramadhan.
“Tujuannya sangat jelas, dari menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah menggapai taqwa. Nah setelah taqwa itu kita raih pasca ramadhan, tugas kita selanjutnya adalah menjaga taqwa. Sedikitnya ada empat cara mempertahankannya,” katanya.
Berikut empat cara mempertahankan Taqwa:
1. Al Mua’hadah (Janji)
Kita harus senantiasa mengingat janji kita kepada Allah. Tanpa sadar atau tidak, kita selalu berjanji kepada Allah, setidaknya kita berjanji kepada Allah saat kita sholat, seperti yang ada di dalam surat Alfatihah yang kita baca dalam sholat.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
Artinya “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”
2. Almurokobah (Diawasi)
Dalam upaya mempertahankan taqwa adalah merasa diawasi (Murrokobah) oleh Allah. Kalau kita merasa diawasi Allah, maka tidak ada lagi tempat untuk sembunyi, karena Allah maha mengetahui perbuatan, ucapan dan semua yang kita lakukan. Dengan merasa diawasi, maka ibadah-ibadah yang kita lakukan di bulan ramadhan akan berlanjut dibulan berikutnya, sehingga kita tidak menjadi hambanya bulan ramadhan. Jadilah hamba-hamba yang taat sepanjang masa karena Allah semata. Dan jangan hanya menjadi para ahli ibadah dadakan lagi musiman hanya selama musim Ramadhan saja! Ingatlah, Ramadhan hanya satu bulan saja dari satu tahun penanggalan. Tapi ibadah kepada Allah Ta’ala tak kenal masa dan terbatas ruang waktu tertentu. Beribadahlah kepada-Nya dimana pun dan dalam kondisi apa pun juga.
3. Al Muhasabah (introspeksi)
Untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan ketakwaan adalah dengan cara mengevaluasi, introspeksi dan lain sebagainya. Kita harus kerap mengevaluasi ibadah kita, apakah sudah benar, sudah sesuai, sama seperti kemarin atau bahkan malah menurun. Nah ini semua harus kita evaluasi dalam upaya meningkatkan ketakwaan.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
4. Al Mujahadah (Bersungguh-sungguh)
Bersungguh-sungguh adalah kunci sukses untuk menggapai sesuatu, termasuk kesuksesan meraih dan mempertahankan ketakwaan. Karena dengan kesungguhanlah semua ibadah dapat diraih secara maksimal. Dalam beribadah Kalau kita bersungguh-sungguh maka tidak hanya ibadah wajib saja yang kita kerjakan, akan tetapi ibadah sunahpun akan kita lakukan dalam upaya memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah kita, kesungguhan adalah kunci sukses dunia akhirat. (dhit)
