Latu Harhary Akan Perjuangkan, Hak insentif Pengurus Majelis Taklim

PILARINDONESIA.IDAnggota DPRD Kota  Bekasi dari fraksi PKS, Latu Harhary mengadakan pertemuan dengan seluruh pengurus dan jamaah Majlis Taklim yang ada di kecamatan Jatiasih. Pertemuan tersebut merupakan  dalam rangka sosialisasi hasil kerja dan pengawasan urusan pemerintah bidang keuangan (komisi 3 DPRD Kota Bekasi  tahun anggaran 2023yang diselenggarakan di RM Joglo Kembar,jalan wibawa mukti 2 kelurahan Jatiluhur, Jatiasih Kota Bekasi.

Latu Harhary yang saat ini duduk di komisi 3 DPRD Kota Bekasi,yang meliputi bidang,keuangan daerah, Perpajakan, Retribusi, Perbankan dan aset daerah,  mengungkapkan alasannya mengundang Majelis taklim diacara tersebut, menurut Lattu dengan mengudang dan dilanjutkan berdiskusi dengan para pengurus majelis taklim, nantinya akan ada Solusi jika ada permasalahan atau yang menjadi keluhan pengurus majelis taklim.

“Dengan mengundang pengurus majelis taklim,sudah barang tentu  harapan kami akan ada aspirasi dan selanjutkan akan kami perjuangkan,”terangnya.(sabtu, 10 /12/2023)

Latu Harhary yang saat ini duduk di komisi 3 DPRD Kota Bekasi, juga menambahkan, dengan mengundang para pengurus dan jamaah majlis di taklim dalam acara sosialisasi hasil kerja dan pengawasan.  kelompok Majlis taklim sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, karena keberadaan majlis taklim sangatlah  penting .

“Tidak bisa dinafikan, bahwa keberadaan sebuah majlis taklim sangat berhubungan dengan Upaya mencerdaskan Masyarakat, karena di dalam kegiatan majlis takilm yang sudah pasti tempat memperdalam ilmu agama, dan banyak lagi kegiaatan positifnya,”kata Lattu.

Lebih lanjut Latu Harhary atau yang biasa di sapa Bang Jampang mengatakan,sebetulnya yang menjadi konsen dalam pertemuanya Bersama Majlis Taklim adalah bertujuan agar sebuah Majelis taklim mendapatkan anggaran dari pemkot yang bersumber dari APBD.

“Jadi sebetulnya konsennya adalah terkait dengan insentif mereka (pengurus Majelis Taklim,red)yang dulu pernah mereka dapatkan, tapi sekarang hilang. Kami berharap nanti ditahun 2024 dengan walikota yang baru memiliki kepedulian  atau perhatian kepada guru-guru,ustadz, dan ustadzah yang membina majelis takilm untuk mendapatkan insentif,”

Terkait masih banyaknya majelis taklim yang belum tergabung di organisasi, Latu berharap nantinya sebuah Lembaga seperti majelis taklim mempunyai legalitas sehingga lebih mudah untuk diperjuangkannya.

“Saat ini sudah ada dua organisasi yang membawahi majelis taklim, yakni ada BKMT  (Badan Kontak Majelis Taklim) dan BKMM (Badan Kontak Majelis Taklim Masjid),tetapi memang masih banyak juga majelis Taklim yang belum tergabung dengan kedua wadah tersebut, Namun buat majelis taklim yang belum bergabung.  kami cari solusinya agar memiliki legalitas, nanti akan kami diskusinya dengan KUA, format seperti apa, karena untuk majelis taklim yang mengeluarkan legalitasnya adalah KUA. Intinya yang tergabung di BKMT dan BKMM ataupun tidak, semua akan kami perjuangkan untuk mendapatakn insentif, karena mereka memiliki hak yang sama,”pungkasnya. (dhit)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *