Heri Koswara: Keutamaan Membaca Alquran di Malam Nuzulul Qur’an

 

Kita sudah  berada pada pertengahan bulan Ramadhan, dan pada Rabu malam 27 Maret 2024 kita akan memperingati Nuzulul Qur’an. Malam Nuzulul Qur’an adalah peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan Ramadhan, yaitu diturunkannya Al-Qur’an.

Pendapat yang menyatakan bahwa Nuzulul Qur’an terjadi pada 17 Ramadhan, merupakan pendapat yang paling populer di tengah masyarakat Indonesia. Pada malam yang mulia itu kita umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Berikut ini  keutamaan membaca Al-Qur’an pada malam Nuzulul Qur’an:

Memperoleh pedoman hidup dan petunjuk dari Allah swt
Al-Qur’an diturunkan oleh Allah swt untuk memberikan pedoman hidup dan petunjuk bagi seluruh manusia agar mereka bisa mengetahui dan dapat membedakan perkara yang baik dan buruk serta memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Allah berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

Artinya: Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil) (Al-Baqarah [2]: 185).

Memperoleh pahala berlipat
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud, Allah swt memberikan pahala satu kebaikan dari setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca, kemudian dari satu kebaikan itu Allah swt melipatgandakannya menjadi 10 kebaikan.

Rasulullah saw bersabda :

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: Dari Abdullah Ibnu Mas‘ud, Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan memperoleh satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan dengan sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm (sebagai) satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf (HR At-Tirmidzi : 2835).

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *