
PILARINDONESIA.ID – Semua orang pasti mempunyai hobby, walaupun terkadang untuk hobby tersebut kita harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Tetapi tidak semua orang harus mengeluarkan uang demi hobbynya, bahkan dari hobbi malah menjadi sesuatu yang dapat menghasilkan cuan. Seperti sosok kita kali ini, Fidha Riani, seorang perempuan yang hobby traveling sejak usia 14 tahun, yang akhirnya dari hobbynya tersebut menjadikan dirinya seorang tour guide yang cukup terkenal. Berikut Catatan perjalannya menjadi seorang tour guide.
Berawal dari suka kelayaban, jadi hobby yang dibayar. Tak pernah terbayangkan sering nya solo traveling iseng bisa menjadi tour guide di usaha milik sendiri. Solo traveling saya lakukan sejak kelas 3 SMP awalnya hanya ikut-ikutan teman jalan-jalan ke puncak sampai ketagihan solo traveling. Di tahun 2011 selama 4 bulan lama nya saya mencoba nekat solo traveling menjelajahi Indonesia dengan uang yang saya punya pada saat itu hanya 2.500.000 saja hasil menabung. Perjalanan saya mulai dari Anyer Serang Banten. Ditemani oleh teman yang orang asli Serang, kami menjelajah ke ujung kulon niat awalnya. Namun karena saat itu ongkos kapal mahal akhirnya saya bertiga memutuskan untuk menyebrang ke Pulau Sangiang. Bermalam 1 malam di Pulau terpencil Sangiang, membuat saya penasaran dengan Pulau Lampung. Sehingga saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menelusuri daerah Lampung dan sekitar nya. Saat itu niat hanya sampai Lampung, namun karena rasa penasaran saya melanjutkan perjalanan kembali ke Bengkulu, Jambi dan berakhir di Makasar. Selama kurang lebih 4 bulan. Dari perjalanan tersebut membawa saya bertemu dengan banyak orang orang baik. Dari di berikan tempat tinggal, di kasih makan, bahkan di anggap seperti saudara oleh mereka. Dan selama perjalanan saya pun banyak bertemu dengan teman-teman baru yang juga sedang melakukan perjalanan. Hal sedih nya adalah ketika kami harus berpisah di suatu kota, dan saya akan melanjutkan perjalanan kembali dengan sisa teman yang ada atau melanjutkan perjalanan kembali sendirian.
Singkat cerita, dari perjalanan tersebut banyak saya posting dalam sosial media yang sedang trend saat itu adalah twitter dan friendster. Beberapa kali saya ceritakan pengalaman pait manis nya perjalanan. Ditahun 2013 saya mulai melanjutkan kembali untuk kuliah S1 di Universitas Indraprasta PGRI dan mengambil jurusan ekonomi. Saat itu saya bertemu dengan beberapa kawan laki-laki dan banyak perbincangan mengenai perjalanan. Hingga akhirnya salah satu teman bernama Gustiman mencetuskan ide “Fid loe kan sering jalan-jalan gitu, gimana kita buka jasa travel aja. Lumayanuntuk sampingan kita bayar kuliah”. Saat itu memang kami semua pekerja, yang kuliah nya kami biayai sendiri. Karena menurut saya ide yang cemerlang, singkat cerita saya dan Gustiman memperdalam ilmu untuk membuat usaha sendiri yaitu Jasa Travel. Kamis sering googling, baca buku, bahkan tanya tanya dari beberapa orang yang sudah berpengalaman. Hingga akhirnya kami mulai membuat design logo, dan pemilihan nama. “Kaki Semut Adventure” adalah nama pilihan kami. Dengan filosofi bahwa kegigihan, kerjasama, dan gotong royong dari seekor semut lah menjadi gambaran kami untuk membangun bisnis usaha ini.
Namun sedih nya saat semua telah jadi, spanduk jadi, logo jadi bahkan perjalanan pertama telah terposting melalui mulut ke mulut saya harus menahan kecewa terhadap Gustiman. Yap, semua sudah terkoordinir dengan rapih, sabtu pagi itu saya bersama rombongan open trip 3 pulau di kepulauan seribu sudah siap, namun Gustiman tidak datang tanpa keterangan apapun. Saat itu bahagia sekali karena pertama kali membuat perjalanan langsung banyak yang daftar, kurang lebih 60 orang. Namun karena Gustiman tidak hadir membuat saya kecewa dan memutar otak. Sempat ada rasa tidak percaya diri & ketakutan yang luar biasa membawa trip 60 orang ini sendirian. Namun Alhamdulillah saya di kelilingi orang orang baik. Para ABK kapal yang kapal nya saya sewa, mau membantu saya untuk menjalankan open trip ini hingga akhirnya perjalanan pertama sukses dan peserta pulang dengan bahagia. Selama kurang lebih 1 bulan saya intens setiap minggu nya membuat open trip 3 pulau tersebut di hari sabtu dan minggu. Biasanya saya bagi dua sesi karena permintaan beberapa peserta yang daftar. Open trip 3 Pulau tersebut adalah Pulau Kelor, Pulau Onrust, Pulau Cipir. Pulau pulau bersejarah di jaman kolonial Belanda sekaligus menjadi salah satu asrama haji pada saat itu. Sehingga tak hanya jalan-jalan saja, peserta pun saya suguhkan wisata sejarah dengan bekerja sama pemandu wisata museum yang terdapat di Pulau Onrust. Oh iya di Pulau ini pun terdapat makam makam Belanda pada jaman dahulu. Open trip ini saya hargai Rp. 100.000 /org dengan meeting point di Dermaga Muara Kamal, sudah include makan siang nasi box yang saya kerja sama dengan warteg-warteg sekitar.
Setelah open trip 3 pulau sukses selalu, akhirnya saya memberanikan diri membuat open trip lagi ke Lampung. Dengan mengantoni no telpon yang tempo hari saya berkelanan sendirian, saya hubungi mereka saya tawarkan untuk kerjasama nya mengenalkan wilayah Lampung sebagai promosi pariwisata. Kebetulan saat itu menjelang tahun baru 2014. Alhamdulillah open trip pertama wilayah Lampung saat itu adalah Jelajah AnakGunung Krakatau. Siapa sangka hanya bermodalkan pemasaran melalui broadcast BBM pada saat itu, mendapat lah saya peserta 45 orang dan saya guide sendiri open trip tersebut. Dengan harga saat itu Rp. 375.000/org sudah include all in dari Pelabuhan Merak hingga kembali lagi ke Pelabuhan Merak dengab durasi acara 2 hari 1 malam. Siapa sangka dalam perjalanan tersebut saya banyak sekali bertemu dengan pelaku pelaku jasa open trip lainnya dari beberapa travel. Kami berkenalan lalu saling bekerja sama. Sehingga suatu saat peserta saya atau peserta travel lain kurang dari quota, kami bisa saling mengisi untuk menggabungkan trip kami dalam 1 tujuan perjalanan.
Bisnis ini membuat saya semakin semangat menekuni nya. Sehingga terlaksanalah beberapa open trip seru lainnya seperti Open Trip Pulau Tidung, Open Trip Pulau Pari, Open Trip Pulau Pahawang Lampung, Open Trip Pulau Kiluan Lampung, Open Trip Pulau Sangiang, Open Trip Ujung Kulon, sampai Open Trip Pulau Derawan, Open Trip Suku Pedalaman Baduy, Open Trip Green Canyon & Batu Karas dll.
Bisnis ini saya kembangkan seorang diri dari tahun 2013 – 2017. Dari bisnis ini saya banyak sekali mendapatkan hal hal yang luar biasa. Koneksi pertemanan saya semakin luas, pola pikir semakin berubah, mendapat banyak kenalan dari peserta trip dari berbagai daerah, hingga bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lokal daerah setempat. Sehingga dari daerah-daerah yang saya kunjungi yang pada awalnya mereka hanya seorang nelayan, kini mereka menjadi bos bos usaha travel lokal. Kapal-kapaln nelayan yang biasa di pakai hanya untuk memancing & menambak, kini mereka bisa pakai di sewakan kepada saya & travel lainnya untuk berwisata. Bahkan rumah rumah
penduduk yang awalnya hanya rumah tempat tinggal, sekarang bisa mereka sewakan untuk homestay, tempat tamu tamu saya menginap. Dari bisnis ini pun saya bisa membiayai kuliah saya sampai tuntas, membiayai adik adik saya kuliah dan sekolah. Bahkan saya bisa membeli beberapa kamera mahal yang selanjutnya saya gunakan kembali untuk dokumentasi underwater (snorkeling) dan dokumentasi perjalanan open trip tersebut. Customer trip pun merasa puas karena perjalanan mereka terdokumentasi dengan baik. Dan Travel saya ini tidak hanya customer lokal saja, beberapa kali saya juga mendapat customer bule dari Jepang, Rusia, London dan lain lain.
Namun hal yang menyedihkan ketika Covid-19 datang. Semua jasa travel lumpuh total. Tidak ada perjalanan wisata kemanapun karena banyak tempat di tutup dan aturan PPKM yang ketat. Hingga akhirnya bisnis saya jatuh sejatuh jatuh nya.
Namun, di tahun 2023 saya kembali bangkit dengan nama baru yaitu “TrafelFun” dimana harapan saya bisnis ini bisa kembali seperti dulu bangkit, mengenalkan kembali wisata wisata indah di Indonesia & membuat Fun seluruh peserta trip dengan kenangan indah. Nama boleh beda, namun logo tetap tidak meninggalkan si semut mungil.
Dengan harapan, semoga Travelfun bisa menjadi Travel Go International. Dengan pilihan-pilihan destinasi lokal & luar negeri yang lebih ciamik.
Tak lepas dari rasa syukur yang sangat dalam. Travel saya ini pun sudah menjadi bagian terpercaya oleh Bapak Lurah Jatirangga Bpk. Ahmad Appandi dan Ibu Lurah Ibu Lania Octora, sebagai travel terpercaya mereka baik untuk acara dengan staff kelurahan maupun acara keluarga. (**)
