
PILARINDONESIA.ID – Pada tanggal 19 April 2025, Yayasan Mandalahayu menggelar acara silaturahmi, bertema : Self-reflecting in a synergized encounter: “Together we can, together we will succeed”, berlokasi di Denaya Hall Madha Karsa Locita.
Perintis Yayasan, Pengurus Yayasan, kepala biro dan Para kepala sekolah Mandalahayu sebagai tuan rumah mengundang pengurus RT dan pengurus RW serta tokoh Masyarakat lingkup Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur.
Slamet Sutiyo sebagai Ketua Yayasan Mandalahayu mengucapkan terima kasih kepada H. Rustandi (Ketua RW 17) telah membantu menginisiasi acara ini, sehingga moment silaturahmi ini dapat membantu kami meluruskan disinformasi yang selama ini berkembang dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dimasyarakat. Slamet juga menambahkan mengundang Investor yang selama ini menyangga Mandalahayu dan kesempatan itu digunakan agar kita semua dapat mengenal secara lebih akrab sosok dan profil investor, termasuk perannya dalam bidang penanaman modal di Provinsi Jawa Barat; sehingga dapat membantu kami untuk memulihkan kepercayaan masyarakat kepada Mandalahayu.
Acara di buka dengan ucapan yang disampaikan oleh Hj. Dedeh Budiarti, melalui komunikasi digital sehubungan beliau sedang berada di kota Bandung untuk menghadiri acara lain.
Sebagaimana kita ketahui bersama, beliau adalah istri dari Bapak H E. Achmad Lazuardinour, MM, PhD (Pendiri Yayasan Mandalahayu), merupakan sosok yang berkontribusi besar dalam pendirian Yayasan Mandalahayu, terutama relasi beliau dengan para pejabat di Pemerintahan.
H. Iman Zamzam Nouruzzaman (anak pertamanya) sebagai Pembina Yayasan Mandalahayu periode ke VIII (2022-2027) merupakan satu-satunya anak yang diikutsertakan sejak awal tahun 1987 saat Yayasan Mandalahayu didirikan.

Hj. Dedeh Budiarti adalah salah seorang putri dari tokoh Siliwangi yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dan purna Wakil Gubernur Jawa Barat periode ke V (1967-1973).
Sebagai pemilik PT Artiani Group beliau juga cukup berperan pada masa pemerintahan orde baru terutama bidang konstruksi/gedung/sarana pemerintah. PT Artiani Utama (anak usaha) memiliki kantor cabang, salah satunya berada di Bekasi (dahulu Kabupaten Bekasi) terletak di persil 304 yaitu gedung yang saat ini dikenal setempat sebagai sarana usaha PT Madha Karsa Locita dan gedung sarana Yayasan Acitya Harana Gistha.
Karena pada periode ke VII (2017-2022) terjadi default, maka setelah mendengar berita tersebut Hj. Dedeh Budiarti dan H. Iman Zamzam Nouruzzaman sebagai para perintis Yayasan yang turut membangun dan membesarkan merasa berkewajiban untuk menyelamatkan Mandalahayu sesuai keinginan luhur pendirinya, hasil pembicaraan dengan pihak regulator disepakati dengan mendirikan Yayasan Acitya Harana Gistha melalui investasi baru dari investor Yenny Octavianita Sidabalok (pemilik PT Madha Karsa Locita) yang mendapat dukungan penuh dari Perbankan.
Karena Hj Dedeh Budiarti sangat paham keinginan suaminya (Pendiri Yayasan Mandalahayu), agar kegiatan yang dilaksanakan bermanfaat untuk kepentingan orang banyak, dan H. Iman Zamzam Nouruzzaman yang sudah diikutsertakan sejak awal pendirian Yayasan Mandalahayu serta pernah bekerja di PT Artiani Group itu maka ketiganya (Hj. Dedeh Budiarti, H. Iman Zamzam Nouruzzaman dan Yenny Octavianita Sidabalok) bersama-sama mendirikan Yayasan Acitya Harana Gistha.
Dalam acara silaturahmi, H. Iman Zamzam Nouruzzaman menyampaikan, agar masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar berita negatif yang berkembang. H. Iman Zamzam Nouruzzaman menegaskan kehadiran Investor di Mandalahayu sebagai akibat dari penolakan para ahli waris pendiri Yayasan untuk membantu menyelamatkan Mandalahayu.
Hj. Dedeh menyatakan “saya bersyukur bahwa H. Iman Zamzam Nouruzzaman (anak saya) mendapat dukungan penuh investor, melalui pendirian Yayasan Acitya Harana Gistha bukan hanya menjaga eksistensi Mandalahayu, akan tetapi juga bersemangat untuk mewujudkan impian almarhum yang belum terwujud. Sebagai orang tua saya hanya bisa mendukung dan mendoakan, semoga Allah selalu meridhoi dan memberi kemudahan kepada mereka.
Dalam kesempatan yang sama Yenny Octavianita Sidabalok sebagai investor menyampaikan pernyataan yang tidak pernah diketahui selama ini “meski saya terdaftar bukan sebagai warga Bekasi namun sejak terdaftar sebagai wajib pajak pada tahun 2009 dan sampai saat ini di RW 18 lhoo Pak RW. Sewaktu kecil saya sering main keyboard di tingkat RW, Pak RW masih ingat tidak, saya ini wargamu Pak… “ disambut dengan tawa para peserta. Yenny menjelaskan tetap mempertahankan alamat wajib pajak sebagai wujud rasa kecintaannya terhadap tempat dirinya melewati masa kecil yang penuh kenangan dan sangat berkesan dalam hidupnya. “Saya ingin berkontribusi lebih sehingga setiap pajak pribadi maupun pajak usaha yang saya setorkan/bayarkan akan langsung dirasakan manfaatnya oleh Bapak/ibu dan semua lapisan masyarakat yang berada di Margahayu dan sekitarnya. Saya berharap semoga pernyataan ini membuat Bapak/Ibu dan masyarakat dapat mengenal saya lebih dekat lagi.” Untuk menguatkan keterangannya tersebut, Yenny menunjukkan para peserta dilayar monitor beberapa dokumen pendukung karena dirinya lebih mengedepankan bukti bukan opini, lagi-lagi membuat tawa peserta.
Secara khusus saya memohon bantuan kepada Bapak RT, Bapak RW dan Tokoh Masyarakat yang hadir, mohon bantu saya, membantu memperkenalkan kepada masyarakat tentang keberadaan dan layanan jasa pendidikan yang berada di Acitya Harana Gistha dan juga Mandalahayu, mohon bantuannya agar disampaikan kepada masyarakat, bahwa sekolah Mandalahayu masih eksis dan berdiri tegak; goncangan berat yang menerpa Mandalahayu dalam beberapa tahun terakhir ini tidak membuat Mandalahayu karam, justru semakin membuatnya bersinar. Dibawah naungan Yayasan Acitya Harana Gistha seluruh sarana di sekolah Mandalahayu dapat kami tingkatkan, antara lain peralatan tenis meja dan CCTV pada koridor gedung, tersedia juga layar informasi digital pada ruang tunggu/kantin, kegiatan ekstrakurikuler pun semakin beragam mulai dari modern dance, robotic, photography pada kegiatan Learn N Lunch, hingga Band bahkan kami sedang menyiapkan kelas Eksklusif dengan design ruang SMART CLASSROOM, dan alhamdulillah sambutan masyarakat sangat positif. Jika Yayasan Acitya Harana Gistha dapat menyediakan Pendidikan yang berkualitas dengan jangkauan yang sangat luas sesuai kebutuhan masyarakat, Bapak, Ibu, saya, kita semua diruangan ini turut membantu dalam mencerdaskan anak bangsa, tambah Yenny.
“Mandalahayu adalah sekolah multikultural yang memiliki jenjang pendidikan SD/SMP/SMA/SMK, pada jenjang pendidikan SD dan SMP mandalahayu membuka 3 program kelas yaitu reguler, plus dan kelas eksklusif (Acitya Harana Gistha) sedangkan pada jenjang pendidikan SMA dan SMK (Margahayu dan Pengasinan) membuka 2 program kelas yaitu regular dan plus. Untuk lebih jelasnya masyarakat dapat mengakses website kami di https://mandalahayu.sch.id/. Masyarakat juga dapat melihat daftar RW mana saja (lingkup kelurahan Margahayu dan sekitarnya) yang sudah menjalin kerjasama dengan kami, memudahkan masyarakat mendapatkan formulir PPDB Tahun Pelajaran 2025/2026 baik kelas reguler, plus maupun eksklusif untuk semua jenjang yang berada di Mandalahayu.
Pada kelas Eksklusif (Acitya) semua siswa akan mendapat hak yang sama dalam menjalankan agama dan keyakinannya, sehingga apabila ada rumor yang berkembang dimasyarakat bahwa sekolah mandalahayu setelah disangga oleh Yayasan Acitya Harana Gistha menjadi lembaga yang monokultural, sepenuhnya tidak benar. Rumor seperti ini patut diduga dihembuskan oleh pihak-pihak yang mencoba mengail di air keruh demi untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya. Apabila dikemudian hari kami mendapat informasi sejenisnya akan kami telusuri untuk dimintakan pertanggungjawaban. Jika Bapak/Ibu mendengar atau mendapatkan informasi yang meragukan, silahkan menghubungi Acitya/Mandala Care di nomor 081244828237, atau melalui alamat email mandalaschool@gmail.com atau mandalaschool304@gmail.com. demikian dikatakan kepala SMK Mandalahayu, Irawan.
